Government & Public Services

Kemenparekraf Gelar Bimtek untuk Pelaku UKM Danau Toba

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya meningkatkan kemampuan penjualan dan pemasaran pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Danau Toba secara digital melalui bimbingan teknis (bimtek). Tujuan bimtek  sebagai bentuk nyata peran Kemenparekraf dalam peningkatan kemampuan di bidang pemasaran digital, trust and branding identity, serta pemahaman pajak untuk menguatkan pelaku ekraf.

Belum lama ini, Kemenparekraf menggelar bimtek di Balige kabupaten Toba, Sumatera Utara. Acara ini dihadiri Koordinator Pemasaran Fesyen, Desain dan Kuliner  Kemenparekraf Andi Ruswar, Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak, dan 50 pelaku ekraf Beli Kreatif Danau Toba.

“Harapan dari terlaksananya program  ini adalah agar para pelaku Ekonomi Kreatif dapat menjalankan Bisnisnya lebih baik dan berkembang pesat bukan hanya penjualan konvensionalnya saja melainkan penjualan melalui media online-nya juga, dan sebagai bentuk digitalisasi Ekonomi Kreatif,” kata Andy Ruswar Koordinator Pemasaran Fesyen, Desain dan Kuliner Kemenparekraf,

Ditambahkan Andy Ruswar mengatakan Bimtek Beli Kreatif Danau Toba bertujuan untuk meningkatkan level bisnis pelaku ekraf dan menghasilkan pelaku ekraf yang potensial, berkualitas dan siap dipasarkan. “Beli Kreatif Danau Toba merupakan bentuk bantuan Kemenparekraf terhadap pelaku kreatif yang terdampak Covid-19. Ini juga upaya untuk memperkuat Danau Toba sebagai destinasi super prioritas, maka kita turut membantu pelaku ekrafnya,” ujar Andy.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Toba, Tonny Simanjuntak mengatakan, Beli Kreatif Danau Toba juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap pembelian produk Sumatera Utara, khususnya dari kawasan Danau Toba. Melalui Bimbingan Teknis Beli Kreatif Danau Toba ini, para peserta pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya untuk mendukung pemasaran melalui digital marketing untuk memasarkan produknya, perluasan pasar ke dalam marketplace yang bertujuan untuk meningkatkan omset dari pelaku kreatif.

“Pelaku kreatif dapat naik kelas dengan menatap peluang yang ada, untuk itu kami harapkan pelaku ekonomi kreatif dapat kreatif, inovatif, dan produktif dengan melakukan peningkatan kualitas, peningkatan kuantitas serta melaksanakan kontinuitas produknya,” kata Tonny.

Selama satu bulan program Beli Kreatif Danau Toba sudah terlihat perkembangan yang menggembirakan. Kendala dari segi penjualan di lapangan tidak terlalu terasa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan penjualan selama program berjalan dan perkembangan penjualan bukan hanya ada peningkatan omzet saja. Namun, juga ada penambahan aset digital dalam penjualan, seperti sosial media yang digunakan untuk penjualan dan marketplace yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, sebelumnya satu menjadi dua dan seterusnya.

Bimbingan teknis kali ini merupakan kegiatan ketiga dan menjadi program berkelanjutan supaya pelaku keraf terus termotivasi untuk menjual produk mereka meski kondisi ekonomi belum pulih. Selain program digitalisasi pemasaran, bimbingan teknis juga memberikan pengetahuan perpajakan bagi para pelaku ekraf. “Kerap para pelaku usaha merasa belum apa-apa sudah dikejar pajak. Tapi kalau kita sudah mempunyai NPWP atau membayar pajak, maka database sudah masuk yang nantinya akan kita pakai untuk pembinaan,” imbuh Andy.

MARKETEERS X








To Top