Kemenparekraf dan BEI Dorong Pelaku Parekraf untuk IPO

marketeers article
IKemenparekraf dan BEI Dorong Pelaku Parekraf untuk IPO. (FOTO: 123rf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) melakukan initial public offering (IPO) di pasar modal. Dengan melakukan IPO, pelaku parekraf bisa menambah modal sehingga bisa melakukan ekspansi.

“Potensi dan peluang yang begitu besar dari pasar modal ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi para pelaku usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia dengan skema penawaran umum perdana saham atau yang lebih dikenal dengan nama Initial Public Offering,” ujar Henky Hotma Parlindungan Manurung, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/11/2022).

BACA JUGA: Kemenparekraf Akan Promosikan Pariwisata Lewat Cinema on The Beach

Henky menuturkan saat ini pasar modal dibanjiri jutaan investor ritel. Berdasarkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor ritel pasar modal telah menembus 8,62 juta investor per April 2022. 

Jumlah ini naik 15,11% dibandingkan akhir Desember 2021 (ytd) atau sebanyak 7,48 juta investor. Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf memaparkan upaya mendorong pelaku usaha Parekraf menjadi IPO yang dilakukan melalui program Coaching Clinic KreatIPO bertujuan untuk memotivasi para pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mendapatkan pendanaan melalui pasar modal yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi perusahaan ke depannya.

BACA JUGA: Menparekraf Dorong Promosi Pariwisata Lewat WonderVerse Indonesia

Coaching Clinic Kreatipo yang mempertemukan 60 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dengan para profesi penunjang dalam proses IPO tersebut memberikan pemahaman secara mendalam kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif terkait bagaimana roadshow mendapatkan pendanaan dari pasar modal melalui IPO.

“Pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang memiliki komitmen kuat untuk IPO akan dilakukan pendampingan oleh Kemenparekraf dan IDX Incubator,” ujar Hayun.

Adapun salah satu pelaku usaha Parekraf yang telah melakukan IPO pada tahun 2022 ini adalah perusahaan waralaba kebab, makanan dan minum PT Sari Kreasi Boga Tbk. Perusahaan dengan kode emiten RAFI tersebut secara resmi tercatat pada Papan Pengembangan BEI. 

Keberhasilan ini sekaligus menjadikan RAFI sebagai perusahaan ke-800 yang tercatat di BEI dan ke-34 di bursa yang sama pada tahun ini. Tak hanya itu, perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, travel, dan restoran PT Puri Sentul Permai Tbk dengan kode emiten KDTN juga diperkirakan akan tercatat di BEI pada tanggal 9 November 2022. 

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 2.500.000 lot dan target capaian di penawaran umum perdana sebanyak Rp 35 miliar-Rp 40 miliar.

Related

award
SPSAwArDS