Kemenperin Siapkan Fasilitas untuk Ekosistem Industri Semikonduktor

profile photo reporter Ranto Rajagukguk
RantoRajagukguk
23 November 2022
marketeers article
Kemenperin Siapkan Fasilitas untuk Ekosistem Industri Semikonduktur. (FOTO: 123rf)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menindaklanjuti hasil dari penandatangan kerja sama dengan Sehat Sutardja dari Zerro Power System beberapa waktu lalu di Bali. Hal itu dilakukan dengan memfasilitasi pembangunan ekosistem industri semikonduktor.

Kerja sama itu dalam upaya pembangunan Pusat Integrated Circuits (IC) Desain untuk mendukung pertumbuhan industri semikonduktor di Indonesia.

BACA JUGA: Kemenperin Bantu Asah SDM Industri Semikonduktur

“Kemenperin berkomitmen untuk mendukung pembentukan ekosistem industri semikonduktor sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta sumber daya yang kami miliki,” kata Eko SA Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kemenperin lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Tindak lanjut tersebut direalisasikan dalam pertemuan antara kedua pihak bersama perwakilan perguruan tinggi di Indonesia. Eko menyampaikan hal itu di dalam pertemuan yang diselenggarakan di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Logam dan Mesin, Bandung.

BACA JUGA: Ketidakpastian Global, Industri Mamin RI Tetap Tumbuh 3,57% Kuartal III

Industri semikonduktor merupakan sektor yang strategis karena saat ini produknya dibutuhkan banyak manufaktur dalam mendukung produktivitasnya. Saat ini sektor industri sedang menghadapi kelangkaan suplai semikonduktor. 

Eko menyampaikan, kondisi tersebut telah memasuki tahun ketiga.

“Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi pandemi serta meningkatnya kebutuhan chip semikonduktor untuk menambah peralatan elektronik,” ujar Eko.

Menurut Eko, perusahaan-perusahaan semikonduktor yang telah menguasai pasar global tidak terlepas dari peran manajemen sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan memiliki inovasi tinggi.

“Perusahaan di Amerika Serikat yang hampir 50 persen terlibat dalam penjualan semikonduktor pasar global telah menghabiskan sebesar 18 persen dari pendapatan pada 2019 untuk pengembangan dan penelitian IC Design,” kata Eko.

Upaya pembangunan Pusat IC Desain sejalan dengan program yang telah disusun Kemenperin untuk industri semikonduktor, yaitu mengembangkan industri tier-1 atau Outsourced Semiconductor Assembly and Test (OSAT), serta pengembangan Pusat IC Desain dan pengembangan SDM di bidang semikonduktor. Pasalnya, Kemenperin menggandeng perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki potensi SDM bagi ekosistem tersebut, terutama yang memiliki keahlian bidang teknik elektronika atau menguasai analog/mixed signal integrated circuit fields.

Doddy Rahadi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin menyampaikan Kemenperin melalui balai-balai yang dimiliki juga siap memfasilitasi pembangunan ekosistem industri semikonduktor. Dalam kesempatan ini, rombongan juga mengunjungi fasilitas working space di BBSPJI Logam dan Mesin, Bandung yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi Pusat IC Desain.

Ia pun menjelaskan faktor lain yang mendukung keberhasilan ekosistem industri semikonduktor adalah insentif dari pemerintah karena sifat industri semikonduktor yang padat teknologi sekaligus padat modal.

“Insentif merupakan pendorong keberhasilan dalam menciptakan inovasi semikonduktor di negara-negara maju sebagai pemimpin perkembangan teknologi di sektor industri semikonduktor. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya paten semikonduktor dunia yang mereka hasilkan,” ucap Doddy.

Selanjutnya, akses infrastruktur yang memadai hingga ketersediaan tenaga ahli. Dengan demikian, melalui kerja sama ini, Sehat Sutardja akan mendatangkan tim expert yang berada di Singapura untuk membantu membangun Pusat IC Desain di Indonesia.

“Kami mengapresiasi Kemenperin yang mendukung dalam kerja sama ini dengan memberikan subsidi serta memfasilitasi pembangunan pabrik semikonduktor,” tutur Sehat.

Ia mengatakan industri semikonduktor selama ini cenderung ditinggalkan sehingga tidak ada antisipasi kelangkaan suplai, yang kemudian menjadi hambatan bagi manufaktur. Pengembangan industri semikonduktor di Indonesia juga perlu dilakukan dengan maksimal dan menargetkan pasar ekspor, selain memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Related