Lifestyle

Kepedulian di Balik Gerakan 2.000 Nasi Box Isoman

Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat beberapa minggu belakangan. Rumah sakit mulai penuh sehingga banyak pasien yang terpaksa menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing. Untuk itu, pemerintah mengupayakan banyak hal. Salah satunya dengan memberikan bantuan sosial dalam bentuk sembako setiap bulannya kepada masyarakat yang terdampak. Baru-baru ini, pemerintah memberlakukan PPKM darurat demi mengurangi angka kasus positif.

Kendati demikian, pemerintah tidak dapat bergerak sendirian. Perlunya gerakan sosial dari masyarakat untuk membantu mengurangi angka positif dan membantu masyarakat yang terimbas pandemi. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan beragam cara.

Salah satu contoh gerakan sosial di tingkat warga adalah “Gerakan 2.000 Nasi Box Isoman” yang diinisiasi oleh Viny Eriyanto. Viny yang merupakan MarkPluser Diaspora (sebutan untuk mereka yang pernah bekerja di MarkPlus, Inc.) ini membuat gerakan tersebut untuk membantu warga yang sedang melakukan isoman akibat COVID-19 dengan memenuhi kebutuhan makan mereka.

Selain pasien isoman, bantuan juga diberikan kepada pekerja harian yang menganggur selama PPKM, anak kos yang tak berpenghasilan dan merantau, serta anak yatim yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Misi yang dilakukan oleh Viny ini juga berlandaskan salah satu dari enam pilar yang selalu dipegang oleh MarkPluser, yaitu caring. Walaupun sudah menjadi diaspora, Viny masih memegang teguh keenam pilar tersebut.

“Meski saya sudah tidak bekerja di MarkPlus, Inc., saya berjanji untuk mengimplementasikan keenam pilar ini. Ini merupakan karakter dasar untuk kehidupan kita sehari-hari. Saya sedang melakukan misi caring. Misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita,” kata Viny.

Awalnya, Viny hanya berniat untuk membantu sepuluh pasien. Mereka akan dikirimi dua boks makanan per hari selama sepuluh hari dengan total makanan yang dikirim sebanyak sepuluh boks. Namun, dengan berlandaskan trustworthiness, banyak donatur yang ikut tergerak untuk terlibat dalam gerakan ini dan mempercayakannya kepada Viny.

Dalam seminggu, Viny bisa mendapatkan 100 donatur yang menyumbangkan dana. Selain dana, mereka menyumbang obat-obatan, info tabung oksigen, dan swab. Hingga saat ini, masyarakat yang sudah dibantu adalah 250 orang dengan total makanan sebanyak 5.000 boks.

Gerakan ini tidak hanya dilaksanakan di Jabodetabek saja. Juga merambah empat kota besar, seperti Bogor, Banjarmasin, Pontianak, dan Jayapura. Hal ini menandakan karakter masyarakat Indonesia memiliki solidaritas dan kepedulian pada sesama.

Menurut Viny, semua masyarakat dapat melakukan gerakan sosial walaupun dengan hal-hal kecil. Hal kecil yang dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar sudah sangat membantu, apalagi jika dilakukan oleh banyak orang.

“Kita semua dapat melakukan gerakan sosial. Mulailah dari lingkungan terdekat, dari hal kecil. Itu sudah sangat membantu. Walaupun hal kecil namun jika dilakukan oleh banyak orang, dampaknya akan besar,” tutur Viny.

Ingin tahu lebih dekat sosok Viny dan gerakan sosialnya? Simak wawancara Marketeers dengannya dalam program Marketeers Talk di Marketeers TV:

Most Popular








To Top