Ketahui 3 Hal Ini sebelum Vaksin HPV

marketeers article
Ilustrasi vaksin HPV (Foto: 123rf)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana memperluas cakupan vaksin Human papillomavirus (HPV) pada anak usia 15 tahun. Pasalnya, kanker serviks masih menjadi kanker kedua yang paling sering terjadi pada perempuan di dunia menurut World Health Organization (WHO).

Sebagaimana diberitakan Antara, rencana Kemenkes untuk memperluas cakupan vaksin HPV sudah dicanangkan sejak tahun 2023. Pada tahun ini, lembaga tersebut akan memperluas skrining vaksin secara bertahap ke 16 provinsi di Indonesia.

Vaksin HPV sendiri bisa diberikan kepada perempuan usia 9–55 tahun dan laki-laki usia 19–26 tahun. Pemberian vaksin ini diharapkan mampu meminimalisasi terjadinya kanker serviks, atau mencegah jenis penyakit lain yang disebabkan HPV. 

BACA JUGA: Kate Middleton Alami Kanker, Kenali Kemoterapi Preventif

Namun, sebelum mendapatkannya, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal terlebih dahulu terkait vaksin tersebut. Melansir Alodokter, berikut hal-hal yang perlu diketahui sebelum, saat, dan setelah menerima vaksin:

Sebelum Vaksinasi HPV

Sebelum vaksinasi, dokter akan melakukan tanya jawab terkait riwayat kesehatan, alergi, serta gaya hidup pasien, termasuk aktivitas seksualnya. Selain itu, dokter juga akan bertanya apakah pasien pernah menerima vaksin HPV sebelumnya.

Jika pernah, dokter akan menanyakan waktu vaksinasi HPV sebelumnya, dan bertanya apakah pasien mengalami alergi atau efek samping. Tujuannya adalah untuk menghindari kemungkinan munculnya reaksi alergi atau efek samping dari vaksinasi HPV.

Pemberian Vaksin HPV

Vaksin HPV diberikan melalui suntikan ke dalam otot (injeksi intramuskular), biasanya di lengan bagian atas. Selain di lengan atas, dokter juga dapat melakukan penyuntikan vaksin di paha bagian atas.

BACA JUGA: Takeda dan Kemenkes RI Gencar Edukasi Vaksinasi DBD ke Surabaya

Prosedurnya pun sama seperti pemberian vaksin lain, yaitu dimulai dengan membersihkan area yang akan disuntik dengan kapas beralkohol. Kemudian, dokter akan menjepit kulit di sekitar area suntik dengan tangan.

Setelah itu, dokter akan menyuntikkan vaksin hingga ke dalam otot melalui permukaan kulit. Terakhir, dokter memberikan kain kasa beralkohol untuk menekan area suntikan ketika jarum suntik dilepas untuk mencegah perdarahan.

Setelah Vaksinasi HPV

Setelah pemberian vaksin, dokter akan menyarankan pasien untuk beristirahat selama 15 menit. Tujuannya adalah untuk memantau kondisi pasien serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya efek samping.

Selain itu, pasien juga disarankan untuk menghindari aktivitas seksual di luar pernikahan, menghentikan kebiasaan merokok, tidak bergonta-ganti pasangan seksual, memakai kondom ketika berhubungan seksual, dan menjalani pap smear secara rutin.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS