Ketimbang Target Penjualan, Subaru Indonesia Fokus Mengembalikan Kepercayaan Konsumen

profile photo reporter Muhammad Perkasa Al Hafiz
MuhammadPerkasa Al Hafiz
07 Juni 2022
marketeers article
Jajaran Manajemen Subaru Indonesia (Foto: Hafiz/Marketeers)
PT Plaza Auto Mega telah ditunjuk oleh Subaru Corporation Japan sebagai distributor dan agen pemegang merek kendaraan Subaru di Indonesia. Setelah absen sekitar 7 tahun, Subaru Indonesia akhirnya kembali menjajakan bisnis di Tanah Air, tepatnya pada Februari 2020 setelah penunjukkan tersebut. Alih-alih langsung mengejar penjualan, Plaza Auto Mega tengah sibuk mengembalikan kepercayaan konsumen Indonesia yang sempat brand Subaru tinggalkan.
“Fokus kami adalah mengembangkan brand Subaru di Indonesia. Sebab itu pula, Kami yang beroperasi sejak di Mei 2021 fokus dengan service center. Tujuannya, untuk mengumpulkan kembali pengguna Subaru yang tidak mendapatkan pelayanan layak dari bengkel resmi,” ujar Arie Christopher Setiadharma, Chief Operating Officer Subaru Indonesia saat ditemui Marketeers beberapa waktu lalu.
Ketimbang langsung tancap gas melakukan penjualan, tahun 2021 menjadi tahun bagi Subaru melakukan berbagai pembenahan, termasuk menghidupkan Kembali jaringan perbaikan dan suku cadang. Setelah berselang sekitar satu tahun, tepatnya pada Rabu, 18 Mei 2022, Subaru Indonesia baru memperkenalkan produk baru The All New Forester dan flagship dealer 3S (Sales, Service, Spare part) Plaza Subaru Alam Sutera, Tangerang Selatan. Tak berhenti sampai di sini, dalam lima sampai enam tahun ke depan perusahaan akan membuka 10 jaringan di seluruh Indonesia.
“Setelah absen 7 tahun, kami ingin masuk ke pasar yang benar-benar baru. Untuk itu kami hadirkan dua varian dari Forester dengan berbagai keunggulannya. Forester sudah hadir dengan lima generasi dan menjadi kunci dari strategi global Subaru. Pasalnya, Forester menjadi kendaraan Subaru paling laku di pasar global. Sebab itu pula, Forester lebih dulu kami masukkan ke pasar Indonesia,” lanjut Arie.
Soal segmentasi, Subaru Indonesia membidik orang-orang yang mengerti dan tahu Subaru. Di sisi lain, perusahaan juga ingin mengedukasi masyakarat, mengapa harus cinta dan menjadi Subaru fan dengan mengajak lebih banyak orang untuk jatuh cinta dengan brand asal Jepang ini.
“Subaru is all about love. Orang bisa jatuh cinta dengan Subaru itu mudah, hanya dengan merasakan langsung mobil ini. Pendekatan pemasaran berbasis pengalaman ini menjadi strategi dan cara kami memperluas pasar selanjutnya,” pungkas Arie.

Related