Kliring: Definisi, Jenis dan Beda dengan RTGS-ROI

marketeers article
Ilustrasi. (FOTO: 123rf)

Kliring adalah metode transfer atau pemindahan uang antarrekening dan antarbank untuk memproses penyelesaian transaksi keuangan. Sebagian orang menggunakan metode kliring untuk melakukan transfer uang antarbank dengan tujuan tertentu.

Namun, kliring tidak berjalan dengan sendirinya, melainkan bank-bank sudah menjadi peserta kliring, dalam hal ini masuk dalam Sistem Kliring Bank Indonesia (SKNBI) atau Lalu Lintas Giro (LLG). Lantas apa sebenarnya kliring itu? Apa beda kliring dengan metode transfer lainnya? Simak ulasan Marketeers selengkapnya!

Apa yang dimaksud kliring?

Apa itu kliring? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) mendefinisikan kliring adalah penyelesaian pembukuan dan pembayaran antarbank dengan memindahkan saldo kepada pihak yang berhak. Investopedia menjelaskan kliring adalah prosedur penyelesaian transaksi keuangan, yaitu transfer dana yang benar dan tepat waktu dari penjual dan sekuritas kepada pembeli.

BACA JUGA: Mengenal Krisis Moneter dan Penyebabnya

Bank Indonesia (BI) mengartikan kliring merupakan pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antarpeserta kliring, baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu. Sementara itu, DKE itu sendiri adalah data transfer dana dalam format elektronik yang digunakan sebagian dasar perhitungan dalam SKNBI.

Tujuan utama dari proses kliring bank adalah untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan transaksi-transaksi perbankan, seperti transfer uang antarbank, pembayaran cek, atau pembayaran giro. Proses kliring membantu menjamin validitas dan keabsahan transaksi, dan memastikan bahwa setiap akun bank akan dikreditkan atau didebitkan dengan benar.

BACA JUGA: Hingga September 2022, BTPN Kantongi Laba Bersih Rp 2,418 Triliun

Kliring juga membantu mengurangi risiko yang terkait dengan transaksi perbankan dan memastikan bahwa dana akan diterima oleh pihak yang tepat dalam waktu yang tepat. Sementara itu, manfaat kliring meliputi:

-Meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, sehingga mempermudah proses transfer dana.

-Meningkatkan keamanan dalam sistem pembayaran, karena setiap transaksi yang dilakukan harus terverifikasi dan diterima oleh penerima.

-Memberikan transparansi dalam proses transfer dana, sehingga mempermudah untuk melacak dan memantau setiap transaksi.

-Mendukung stabilitas sistem keuangan dan mengurangi risiko fraud dan kesalahan dalam proses transfer dana.

Jenis-jenis kliring

Kliring Umum

Kliring umum adalah suatu proses yang dilakukan oleh bank untuk menyelesaikan transaksi-transaksi yang dilakukan antarbank atau antarnasabah yang tergabung dalam suatu sistem kliring. Dalam sistem ini, bank akan bertukar informasi dan memvalidasi transaksi-transaksi yang dilakukan oleh nasabah, dan setelah divalidasi, maka bank akan memindahkan dana dari rekening nasabah yang satu ke rekening nasabah yang lain sesuai dengan jumlah dan instruksi transaksi.

Kliring Lokal

Kliring lokal adalah sebuah sistem yang memfasilitasi proses transfer dana antarbank dalam satu wilayah geografis tertentu, misalnya dalam satu negara. Proses kliring lokal dilakukan dengan memanfaatkan jaringan bank-bank lokal yang tergabung dalam sistem, dan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja untuk menyelesaikan transaksi.

Kliring Antarcabang

Kliring antarcabang adalah proses yang dilakukan antarcabang bank dalam hal transfer dana dari satu rekening ke rekening lain yang berbeda cabang. Proses ini biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan transfer dalam satu cabang dan memerlukan tahapan dan verifikasi yang lebih detail.

Kliring SKNBI

Kliring Debit

Kliring debit, yaitu kliring transaksi debit overdraft yang dilakukan antarbank. Kliring debit melalui SKNBI ini membantu mencegah terjadinya keterlambatan dan meningkatkan efisiensi pada proses transfer dana antarbank.

Kliring Kredit

Sistem ini memfasilitasi pemindahbukuan dana antarbank yang dilakukan melalui transfer kredit, dengan tujuan mempercepat proses transaksi keuangan dan mengurangi biaya transaksi. Sistem ini menjamin bahwa transaksi yang dilakukan dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan terjamin.

Beda Kliring, RTGS, dan ROI

Metode transfer melalui kliring biasanya memakan waktu beberapa hari kerja dan hanya digunakan untuk transaksi dengan nilai yang lebih kecil. Selanjutnya, Real Time Gross Settlement (RTGS) adalah sistem transfer dana yang dilakukan secara real-time atau langsung, yaitu transaksi dilakukan dan diselesaikan pada saat yang sama.

RTGS digunakan untuk transaksi dengan nilai yang lebih besar dan memerlukan verifikasi yang lebih ketat. Sementara itu, Real Time Online (ROI) adalah sistem transfer dana secara online yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer dana antarbank pada waktu yang sama.

ROI sering digunakan untuk transaksi dengan nilai kecil hingga menengah. Secara umum, RTGS dan ROI lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan kliring, tetapi memerlukan biaya yang lebih tinggi dan verifikasi yang lebih ketat.

Related

award
SPSAwArDS