Koltiva Kantongi Oversubscribed Pendanaan

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
22 September 2022
marketeers article
Sumber: 123RF
Koltiva, perusahaan startup yang berfokus pada supply-chain agrikultur mengumumkan oversubscribed pendanaan. Pendanaan tersebut didapatkan dari investor Silverstrand Capital, bersamaan pendanaan tambahan dari investor saat ini, The Meloy Fund, Planet Rise, Development Finance Asia and Blue7 juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut.
Sebagai informasi, Koltiva memulai kegiatan operasionalnya di Indonesia melalui sektor produksi kakao. Hingga kini, startup tersebut telah berkembang di 30 komoditas, termasuk kopi, kelapa sawit, karet, dan komoditas khusus.
Baru-baru ini, Koltiva juga melakukan ekspansi ke climate solutions dan blue economy, termasuk rumput laut dan budi daya udang. Hingga kini, Koltiva beroperasi di 27 negara dengan peluang pasar yang terus berkembang di lebih dari US$ 20 Miliar.
Dengan adanya pendanaan ini, Koltiva akan mempercepat pengembangan teknologinya dalam menghadirkan inovasi ketertelusuran data. Startup ini juga berencana untuk menyediakan pengetahuan dari para ahli agronomis untuk membantu petani dalam meningkatkan praktik pertanian dan pendapatan mereka. 
Selain itu, Koltiva juga akan mendukung perusahaan multinasional untuk menerapkan praktik pengadaan produksi yang bertanggung jawab. Nantinya, ada dua teknologi baru yang dikembangkan secara komersial pada putaran pendanaan kali ini, yaitu KoltiPay, platform teknologi finansial yang tidak hanya menyediakan transaksi pembayaran nontunai bagi para petani, namun juga menyediakan asuransi tanaman panen dan pinjaman.
Teknologi kedua, yaitu KoltiTrade. Teknologi ini memungkinkan petani untuk dapat membeli sarana produksi pertanian dan mendapat akses ke pasar yang lebih luas untuk menjual hasil panen mereka. Baik KoltiPay dan KoltiTrade akan diintegrasikan dalam ekosistem teknologi Koltiba. 
Hal itu termasuk, perangkat lunak ketertelusuran dan manajemen pertanian atau KoltiTrace, serta layanan pelatihan oleh agen lapangan melalui KoltiSkills. Manfred Borer, Chief Executive Officer Koltiva mengatakan pendanaan kali ini akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dalam lima tahun mendatang untuk membantu mendukung 5 juta petani. 
Perusahaan berupaya untuk memastikan produksi yang bertanggung jawab, bebas dari deforestasi, konversi, eksploitasi, pelanggaran hak asasi manusia, dan pekerja anak.
“Produk yang diproduksi secara etis (ethically-produced) dan berkelanjutan (sustainable) telah menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan konsumen di seluruh dunia. Para pelaku agribisnis dan perusahaan multinasional yang ingin memproduksi produk dan memenuhi kebutuhan pasar harus memahami asal-usul bahan baku, transparansi, dan keakuratan data dari produk-produknya. Inilah yang kami lakukan,” tutur Manfred.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related