Komunitas Muslim di Indonesia Perkuat Diplomasi Indonesia-Tiongkok

profile photo reporter Ellyta Rahma
EllytaRahma
13 Maret 2021
marketeers article
Sejarah hubungan diplomasi Indonesia dan Tiongkok sudah berjalan panjang. Tahun 2021 ini ditandai dengan perayaan 70 tahun hubungan Indonesia-Tiongkok. Kedua negara tercatat terus memperkuat hubungan lewat kerja sama politik, pertahanan, ekonomi, dan sosial-budaya.
Menurut Djauhari Oratmangun, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia mengatakan hingga kini Tiongkok merupakan rekan diplomasi Indonesia yang sangat kuat. Pada tahun 2020, Tiongkok tercatat sebagai investor terbesar kedua di Indonesia dengan nilai sebesar US$ 4,8 miliar. Sementara itu nilai perdagangan dua negara sudah mencapai US$ 78,9. Salah satu yang terbesar di dunia.
“Indonesia dan Tiongkok memiliki nilai diplomasi yang hampir sama, yaitu mengutamakan nilai harmonis, kejujuran, dan kedamaian dengan keberagaman budaya yang dimiliki. Keharmonisan ini yang mengantarkan hubungan diplomasi kedua negara bisa berumur panjang,” katanya dalam gelaran Cross Cultural Dialogue Series 1: Understanding Indonesian Muslims Culture, Sabtu (13/03/2021).
Ditilik dari hubungan diplomasi, Tiongkok memiliki lima prinsip hidup berdampingan secara damai (5 Principle of Peaceful Coexistence. Diantaranya, saling menghormati integritas dan kedaulatan wilayah, tidak saling melakukan agresi, kesetaraan, saling menguntungkan, dan hidup berdampingan secara damai.
Dalam hal ini, Djauhari menekankan bahwa Tiongkok dan Indonesia memiliki kesamaan dalam menjalin hubungan, yaitu menjunjung tinggi nilai harmonis. Ia menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat Indonesia menjadikan hubungan ini semakin harmonis dan terintegrasi. Dengan tingginya nilai ini dalam kehidupan dua negara, hubungan yang terjalin pun semakin baik dan damai.
“Indonesia memiliki komunitas Muslim yang kuat. Mereka berkontribusi dalam memperkuat hubungan lewat nilai-nilai kebangsaan yang sarat dengan harmoni keberagaman. Sebut saja organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang terus memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan diplomasi Indonesia-Tiongkok lewat anjuran harmonisnya,” tambah Djauhari.
Diharapkan, ke depannya komunitas Muslim di Indonesai justru dapat menjadi katalisator yang semakin mempererat hubungan diplomasi antara dua negara. Djauhari pun menegaskan, dengan adanya keberagaman, justru identitas bangsa Indonesia akan semakin kuat dan diakui oleh dunia Internasional.

Related