Konservasi Alam Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Regional

profile photo reporter Adiva Maharani
AdivaMaharani
15 Juni 2022
marketeers article
Sumber: unsplash.com
Sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah di Asia Tenggara menjadi kunci utama dalam pengembangan ekonomi regional. Berdasarkan data dari Academy of Sciences Malaysia mengungkapkan sebesar US$ 2,19 triliun atau sekitar Rp 29 kuadriliun adalah angka yang disumbangkan oleh kekayaan alam pada pertumbuhan ekonomi tiap negara ASEAN.
Hal ini menunjukkan kuatnya harmoni dari pengembangan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam. Jika tiap negara menekankan tentang konservasi dan restorasi, angka tersebut akan jauh lebih tinggi. Konservasi diyakini dapat menjadi landasan ekonomi regional yang dinamis sehingga dapat menciptakan kekayaan, lapangan pekerjaan, dan ketahanan pangan.
Helen Nair dari Academy of Sciences Malaysia mengatakan, Asia Tenggara adalah tempat untuk keanekaragaman hayati yang dapat mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutkan. Dengan jumlah populasi yang terus bertambah, tiap negara dianjurkan untuk lebih fokus pada pengelolaan sumber daya alam.
“Kawasan ASEAN tidak harus mengikuti jalur pembangunan yang merusak alam, sebaliknya, kita dapat menjadikan perlindungan alam sebagai batu kunci dari strategi ekonomi yang sukses,” ujar Helen dalam Press Conference Peluncuran Laporan The Nexus of Biodiversity Conservation and Sustainable Socioeconomic Development in Southeast Asia oleh Academy of Sciences Malaysia pada Kamis (15/6/2022).
Keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dapat memosisikan kawasan tersebut sebagai panutan tentang pemanfaatan nilai alam. Sejumlah negara Asia Tenggara yang menjadi megadiverse dan hotspot keanekaragaman hayati, termasuk Indonesia, memiliki peluang untuk melakukan penelitian dan kolaborasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis alam.
Di Indonesia, salah satu upaya konservasinya adalah Proyek Rimba Raya Biodiversity Reserve yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Menjadi contoh solusi iklim berbasis alam yang berhasil, ini adalah proyek REDD+ terkait hutan rawa gambut terbesar di dunia dan sukses menghindari hampir 130 juta ton emisi karbon.
Ini merupakan salah satu proyek kredit karbon paling signifikan di dunia. Pendapatan yang dihasilkan cukup baik, serta dapat memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan, peluang pendapatan, perawatan kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat setempat. 
Emil Salim, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sekaligus Global Steering Committee untuk Campaign for Nature menyetujui bahwa Asia Tenggara adalah harta karun berupa keanekaragaman hayati yang kaya, tak tertandingi di tempat lain di bumi.
“Jelas bahwa para pemimpin di seluruh kawasan dapat menggunakan keanekaragaman hayati ini untuk keuntungan ekonomi mereka. Kawasan ASEAN dapat dan harus menjadi panutan bagi seluruh dunia tentang cara menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Emil.
Editor: Ranto Rajagukguk

Related