Konsumsi Masyarakat di Level 120,5 Poin, Ekonomi Nasional Kian Membaik

profile photo reporter Tri Kurnia Yunianto
TriKurnia Yunianto
23 Desember 2021
marketeers article
Business success and growth concept.Stock market business graph chart on digital screen.Forex market, Gold market and Crude oil market .
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kuartal III. Pasalnya, setelah dipukul pandemi COVID-19 angka konsumsi masyarakat terus menunjukkan tren positif. Tercatat, pada 24 November 2021 angka mandiri spending index berada di level 120,5 poin, yang artinya mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi.
Sosok yang karib disapa Ani menuturkan, mobilitas masyarakat terus meningkat dan melampaui level prapandemi. Kondisi pandemi yang relatif terjaga dan pelonggaran PPKM mendorong meningkatnya keyakinan masyarakat untuk kembali beraktivitas. Menkeu mengatakan hal ini nampak pada kegiatan ekonomi masyarakat yang terus menunjukkan peningkatan, terutama untuk kategori retail & recreation serta grocery & pharmacy.
“Indikator dari sisi konsumsi maupun produksi juga menunjukkan adanya pemulihan di kuartal ini. Confidence index kita mengalami kenaikan di level 118,5 pada November. Lalu, ada juga retail sales index meneruskan recovery sesudah terhantam delta pada bulan Juli yang lalu dan ini menunjukkan sekarang 10,1,” ujar Ani melalui keterangannya, Rabu (22/12/2021).
Menurutnya, tren positif lainnya juga ditunjukkan oleh kinerja impor bahan baku yang masih tumbuh 60,5%. Hal itu menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami aktivitas yang cukup kuat. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi listrik juga menunjukkan adanya akselerasi pada level 14,5 untuk industri dan 5,7 untuk bisnis.
“Hal yang juga menunjukkan suatu resiliensi dan sangat memberikan dampak positif bagi perkuatan Indonesia adalah neraca perdagangan. Kita lihat surplus neraca perdagangan kita mencapai US$ 3,51 miliar pada bulan November 2021. Kalau diakumulasikan,  antara Januari hingga November 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$ 34,32 miliar, ini adalah angka tertinggi dalam 14 tahun terakhir,” ujarnya.
Ani melanjutkan, momentum pemulihan ekonomi terus mengalami penguatan sesudah terinterupsi oleh varian delta. Untuk tahun 2021, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berkisar pada 3,5% hingga 4%. Di mana kuartal keempat pertumbuhannya diprediksi akan diatas 5% karena adanya akselerasi yang terlihat cukup kuat.
“Pemulihan ekonomi yang makin kuat juga terjadi apabila COVID-19 terus terkendali. Oleh karena itu, pemerintah serta masyarakat diharapkan terus menjaga disiplin kesehatan. Pemulihan bisa lebih kuat, tidak terkendala, sehingga APBN juga bisa disehatkan kembali,” pungkasnya.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related