Transportation & Logistic

Kontrak Baru, Pertamina International Shipping Kantongi Rp 46 Miliar

Pertamina International Shipping
Sumber gambar: 123rf.com

PT Pertamina International Shipping (PIS) baru saja meneken lima kontrak perjanjian sewa kapal dengan perusahaan-perusahaan energi kelas dunia. Melalui  kerja sama tersebut, PIS berhasil mengantongi pendapatan US$ 3,2 juta atau setara Rp 46 miliar (kurs Rp 14.365 per US$).

Sekretaris Perusahaan PIS Arief Sukmara mengatakan, perjanjian sewa kapal ini dilakukan melalui Pertamina International Shipping Pte Ltd (PIPL), anak usaha PIS yang berada di Singapura. Lima kapal yang sukses dikomersialisasikan adalah MT Bintang Samudra T, MT Gas Walio, MT Gamsunoro, MT Sanggau, dan MT Papandayan.

Dia menyebut, transaksi ini merupakan wujud komitmen dan semangat perusahaan untuk terus melakukan ekspansi global. “Pertamina International Shipping terus berupaya mencari peluang-peluang kerja sama baru untuk memperluas pasar di kancah global. Merupakan suatu prestasi untuk PIS saat ini yang telah dipercaya perusahaan energi raksasa dunia seperti Shell, Petronas, dan Aramco,” ujar Arie melalui keterangannya, Kamis (6/1/2022).

Menurutnya, dari kontrak-kontrak baru yang telah diteken merupakan kerja sama lanjutan dengan beberapa perusahaan. Salah satunya sewa dengan Petco yang merupakan anak usaha Petronas, adalah kontrak lanjutan dengan PIS. Petco kembali mempercayai kapal MT Sanggau milik PIS untuk mengantarkan minyak mentah (crude oil), dengan tujuan worldwide dan periode sewa lebih dari tiga bulan.

Bulan ini, lanjut Arief, PIS juga mempersiapkan pelayaran internasional untuk kapal tanker MT Gas Walio yang disewa oleh Geogas selama satu bulan untuk mengantar LPG dengan rute Singapura menuju Australia, China, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara itu, untuk kapal MT Gamsunoro dipercaya oleh Aramco Trading untuk mengantarkan crude oil dengan tujuan worldwide. MT Bintang Samudra T disewa oleh Shell, dan MT Papandayan oleh Karpowership.

“Hingga akhir 2021, PIS berhasil ekspansi rute pelayaran internasional dari delapan menjadi 11 rute, yakni Afrika, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Australia, Singapura, Malaysia, China, Amerika Serikat (AS), India, Aljazair dan Bangladesh,” pungkasnya.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

The Latest

To Top