Industry

Kultur Sosial Jadi Faktor Kuat Pembangunan Ekonomi Asia

SUMBER: 123RF

Perkembangan bisnis di tengah COVID-19 menghadapi tantangan yang berat. Para pelaku bisnis ikut terkena imbasnya mulai dari mereka yang berada di wilayah Asia hingga ke benua lainnya seperti Eropa dan Amerika.

Kini negara-negara Asian mulai membuka diri dengan China dan Korea Selatan yang sempat terinfeksi parah dan mulai menunjukkan pemulihan yang baik. Hal tersebut membuat Asia kini dianggap memiliki perkembangan lebih baik dari pada negara-negara Barat.

Founder dan Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menjelaskan di saat seperti ini, perbedaan Asia dan Barat sangat terlihat terutama dalam penanganan COVID-19. Meski banyak belajar dari Barat untuk berbagai hal, negara-negara di Asia tidak mengikuti begitu saja apa yang dipraktikkan negara Barat.

“Belajar boleh, tapi bukan berarti mengikuti,” tutur Hermawan pada acara Productivity Talk yang diselenggarakan Asian Productivity Organization (APO), Senin (04/05/2020) secara daring.

Kultur sosial juga ikut ambil bagian dalam keunggulan Asia dibandingkan dengan Barat yang cenderung individualis. Pasalnya, hal ini juga memengaruhi leadership di wilayah Asia yang dengan kebiasaan berbaur secara sosial. Maka dapat menghasilkan pemimpin yang baik pula.

Kepemimpinan baik diyakini mengambil peran besar untuk membangkitkan kondisi setelah COVID-19. Namun, Hermawan juga menggarisbawahi sejumlah faktor lainnya yang dapat memperkuat perkembangan bisnis di tengah pandemi ini.

“Penting juga untuk melihat DNA yang ada dalam bisnis untuk bisa bertahan. Selain itu, kontrol yang baik pada cost, kemampuan untuk menjaga intimacy dengan konsumen, serta kontrol operasional untuk tidak hanya bertahan pada situasi yang ada saat ini tetapi juga bersiap menghadapi waktu ke depannya,” ujar Hermawan.

MARKETEERS X








To Top