Laba Bersih Danamon di Tahun 2014 Turun Hingga 36%

profile photo reporter Marketeers Editor
MarketeersEditor
30 Januari 2015
marketeers article
Tahun lalu, PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., berhasil membukukan laba bersih setelah pajak reported Danamon mencapai Rp 2,604 trilliun dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi pada 17,9%.  Namun, pencapaian ini menurun hingga 36% dibanding tahun 2013 yang laba bersih bank ini mencapai Rp 4,041 triliun.
Memang, sepanjang tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia melamban. Harga minyak dan komoditas lainnya menurun, lalu kenaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,75% yang kesemuanya itu berdampak pada industri perbankan.  Ditandai dengan pelambatan pertumbuhan kredit dan juga kenaikan suku bunga, sehingga memberikan tantangan bagi industri perbankan dalam meneruskan tingkat profitabilitas pada level yang memuaskan.
“Melihat latar belakang tersebut, Danamon pun menjaga landasan yang kuat untuk pertumbuhan ke depannya dengan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga yang sehat dan permodalan yang cukup,” kata Henry Ho, Direktur Utama Danamon.   
Total kredit Danamon tumbuh sebesar 3% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 139 triliun. Pertumbuhan ini diikuti oleh perbaikan rasio kredit terhadap pihak ketiga (Regulatory Loan to Deposit Ratio)  yang menjadi 92,6%.  LDR di tahun 2014 membaik dibandingkan akhir tahun 2013 yang mencapai 95,1%.
Hingga akhir tahun 2014, melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP), bank ini telah mengucurkan dana ke usaha mikro sebesar  Rp 19 triliun. Sementara itu, jumlah kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah (UKM) mencapai Rp 20 triliun pada akhir tahun 2014. Secara total, kredit Danamon untuk segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) berkontribusi sebesar 28% dari seluruh kredit Danamon. Kredit untuk segmen komersial mencapai Rp 15 triliun pada akhir tahun 2014 dan kredit untuk segmen korporasi mencapai Rp 17,5 triliun.
Sementara itu, dalam hal kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Gross Non-Performing Loans/NPL) berada pada posisi yang terjaga pada 2,3% pada akhir tahun 2014. Lalu, rasio biaya kredit berada pada posisi 2,8%.  

Related