Lakukan Protes, Ratusan Pemilik Tesla Sambangi Showrooms Tesla Cina

marketeers article
Elon Musk Jual Lagi Saham Tesla, Buat Bayar Pembelian Twitter? (FOTO: 123rf)

Ratusan pemilik mobil listrik Tesla di Cina ramai-ramai menyambangi showrooms dan pusat distribusi produsen selama akhir pekan. Mereka menuntut pemotongan harga dan kredit setelah Tesla memangkas kembali banderol sejumlah produk mobil lsitrik.

Dilansir dari Reuters, Minggu (8/1/2023), pemilik mobil listrik Tesla mengeluh karena membayar lebih mahal untuk mobil listrik yang dibeli sebelumnya. Pada Sabtu (7/1/2023), sekitar 200 pembeli Tesla Model Y dan Model 3 berkumpul di pusat pengiriman Tesla, Shanghai untuk memprotes keputusan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu.

Tesla Cina sudah dua kali memangkas harga produk mobil listriknya dalam tiga bulan terakhir. Banyak pihak percaya Tesla tidak akan memangkas harga secara tiba-tiba dan sedalam yang baru saja diumumkan.

BACA JUGA: Hingga Akhir Tahun, Saham Tesla Sudah Turun 68%

Pasalnya, Tesla tengah memacu penjualan demi mendukung produksi untuk pabriknya di Shanghai. Selain itu, berakhirnya subsidi pemerintah yang dijadwalkan pada akhir tahun 2022 juga mendorong banyak orang untuk menyelesaikan pembelian mereka.

Video yang di-posting di media sosial menunjukkan kerumunan orang di toko-toko Tesla dan pusat pengiriman di kota-kota Cina lainnya, dari Chengdu ke Shenzen, yang mengindikasikan respons konsumen yang meluas. Setelah diskon kejutan pada Jumat (6/1/2023), harga mobil listrik Tesla di Cina sekarang antara 13%-24% di bawah banderol untuk September 2022.

Para analis mengatakan langkah Tesla akan meningkatkan penjualannya dan memaksa kompetitor lain untuk menurunkan harga. Padahal, permintaan di pasar mobil listrik terbesar dunia itu masih jauh dari ekspektasi analis.

BACA JUGA: Janji Elon Musk, Tak Lego Saham Tesla dalam 2 Tahun ke Depan

Pada saat produsen mobil besar sering kali memberi diskon untuk mengelola stok dan memastikan pabrik tetap berjalan ketika permintaan melemah, Tesla beroperasi tanpa diler dan aspek transparansi harga menjadi bagian dari citra mereknya.

“Ini mungkin praktik bisnis yang normal, tetapi ini bukan bagaimana perusahaan yang bertanggung jawab harus berperilaku,” kata salah satu pemilik Tesla, dengan nama keluarga Zhang.

Dia dan pemilik Tesla lainnya frustrasi dengan adanya pemotongan harga pada Jumat (6/1/2023) dan mengkritik produsen karena minimnya informasi dan penjelasan kepada para pembeli. Zhang mengakui polisi memfasilitasi pertemuan antara staf Tesla dan pemilik untuk menyerahkan daftar tuntutan, termasuk permintaan maaf dan kompensasi atau kredit lainnya.

Aksi protes bukanlah kejadian langka di Cina. Selama bertahun-tahun aksi serupa dalam jumlah besar terlihat karena masalah penipuan keuangan atau properti. Akan tetapi, pihak berwenang berada dalam kewaspadaan yang lebih tinggi setelah protes yang meluas di kota-kota dan universitas-universitas terkemuka di Cina pada akhir November 2022 yang menentang pembatasan COVID-19.

Related