Layanan Publik Sragen Terkenal Sampai Asia Pasifik

marketeers article

Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi kinerja pemerintah daerah menjadi bagian utama. Selain meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan, TIK membantu pemda untuk menyelesaikan persoalan-persoalan daerah. Salah satunya kemiskinan.

Hal itu pula yang saat ini dilakukan oleh Kabupaten Sragen. Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Sragen yang didukung TIK ini mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya United Nation Public Services Award (UNPSA) pada tahun lalu.

“Aplikasi kami diakui oleh PBB dan mendapat juara II untuk regional Asia Pasifik. Tentu ini membanggakan karena TIK yang kami terapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Aplikasi kami bangun secara mandiri alias kami membikin sendiri,” ujar Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Sragen yang baru dilantik empat hari lalu di Indonesia Digital Economy Award (IDEA) 2016 di Jakarta Marketing Week, Kota Kasablanka, Rabu (11/5/2016).

Apresiasi PBB tersebut menjadi indikator penting bahwa pelayanan publik dan reformasi birokrasi di Sragen cukup baik. Selain itu, Kusdinar mengatakan, TIK juga penting dalam urusan kependudukan di Sragen. Dulu, sambung Kusdinar, masih banyak warga Sragen yang belum memiliki KTP karena proses yang lama, tidak praktis, dan kurang terakses bagi warga pelosok. Tetapi, dengan sistem online, semua bisa diselesaikan dan urusan kependudukan terselesaikan.

“Kami juga memikirkan bagaimana bayi yang baru lahir langsung mendapatkan akte kelahiran secara online. Termasuk cetak KTP dan SIM di desa,” kata Kusdinar.

Terkait konektivitas, Kabupaten Sragen saat ini sudah membangun 412 titik koneksi yang meliputi semua SKPD, kecamatan, hingga desa. Konektivitas ini ditingkatkan dalam bentuk serat optik yang didukung oleh PT Telkom Indonesia.

Related

award
SPSAwArDS