Lean Startup: Metode Populer untuk Membangun Startup yang Inovatif

marketeers article
Lean Startup | sumber: 123rf

Lean startup adalah salah satu metode populer untuk membangun sebuah startup. Sebagian besar founder dunia tentu sudah sangat mengenal metode yang satu ini. 

Meskipun mungkin tidak banyak orang yang memahami lean startup secara mendetail, namun metode ini telah banyak diterapkan di berbagai jenis bisnis.

Bagi Anda yang memiliki keinginan untuk memulai sebuah bisnis atau startup Anda sendiri, Anda dapat mempelajari metode lean startup yang dapat membantu Anda untuk menciptakan sebuah prototype yang tepat untuk target konsumen Anda.

Marketeers pun telah merangkum dari berbagai sumber mengenai apa itu lean startup dan bagaimana metode tersebut dapat bekerja. 

Apa itu Lean Startup?

Menurut Alpha JWC Ventures, lean startup adalah salah satu cara membangun startup. Metode ini merupakan sebuah cara pembuatan prototype yang dibuat dan ditujukan kepada target konsumen agar perusahaan dapat memperoleh feedback dari konsumen tersebut mengenai prototype produk yang dibuat.

Lean startup adalah metode yang menjadikan perusahaan dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya masukan, kritik, dan saran untuk dapat memperbaiki bisnis yang dikelola menjadi lebih baik dari hari ke hari sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. 

Dengan begitu, Anda dapat menciptakan sebuah produk yang memang paling sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

Menurut The Lean Startup, kelebihan dari penerapan metode ini adalah membuat tim Anda menjadi lebih inovatif dan hemat waktu karena produk yang dibuat benar-benar diciptakan berdasarkan aspirasi dan preferensi dari konsumen Anda. 

BACA JUGA: Pengaruhi Pengambilan Keputusan Konsumen dengan Psikologi Marketing

Tujuan Penerapan Lean Startup

Terdapat beberapa tujuan dari penerapan lean startup bagi perusahaan.

  • Mendapatkan feedback dari konsumen agar perusahaan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk yang diciptakan. Pendekatan ini akan sangat bermanfaat untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. 
  • Uji kelayakan produk di pasar sebelum produk benar-benar diluncurkan melalui respons pasar. Dengan begitu, perusahaan dapat memutuskan produk mana yang layak dikembangkan dan tidak dilanjutkan.

Apa saja karakteristik dari Lean Startup?

Prinsip dasar menjadi fondasi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan. Berikut lima prinsip dasar dalam metode ini:

Fleksibel

Startup founder tidak perlu berada di suatu tempat tertentu untuk membangun bisnis. Anda dapat mulai menjalankan bisnis Anda tanpa batasan tempat yang membuat bisnis Anda dapat berkembang lebih baik dan cepat. Dengan begitu, Anda dapat memulainya dari mana saja tanpa alasan batasan wilayah manapun. 

Bangun, Ukur, Pelajari

Lean startup mendorong Anda untuk dapat menjaring berbagai hal baik sebanyak mungkin dari target konsumen Anda. User experience menjadi fokus utama dalam metode ini. Anda perlu mengeksekusi, mengukur, dan mempelajari bagaimana produk Anda bekerja. Jadikan hasil feedback sebagai bahan perbaikan bagi bisnis Anda. 

BACA JUGA: Kaizen: Perbaikan Berkelanjutan Jadi Kunci Kesuksesan Orang Jepang

Manajemen yang Tepat

Startup dapat berkembang dengan baik jika memiliki pola manajemen yang baik karena startup adalah sebuah organisasi yang perlu dikelola. Anda sangat berperan dalam melakukan manajemen yang tepat bagi bisnis Anda.

Validated Learning

Startup tidak menciptakan produk sesuai dengan keinginan pendirinya, melainkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan target konsumennya. Startup tidak hanya menghasilkan produk atau layanan, tetapi membangun sebuah bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Hal ini tentu dibutuhkan ketekunan dan rasa ingin tahu untuk dapat terus belajar dan mencari tahu strategi apa yang paling cocok dalam bisnisnya. 

Inovasi Jadi Fokus Utama

Lean startup mendorong para founder untuk dapat membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan tanpa ada batasan. Di mana pun dan kapan pun, startup harus dapat tetap berjalan dengan baik dan terus memberikan dampak kepada lingkungan dan masyarakat.

Hal ini dapat tercapai jika startup tidak pernah berpuas diri dan terus menciptakan inovasi terbaik dan optimal. 

Langkah-langkah Lean Startup

Lean startup memiliki beberapa fase yang perlu Anda ketahui. Berikut penjelasannya:

Mulailah Membangun

Tahapan ini menjadi tahapan awal ketika Anda membangun atau menciptakan produk/jasa yang akan Anda jual kepada konsumen Anda. Anda dapat melakukan riset awal produk apa yang ingin Anda ciptakan atau bisnis apa yang ingin Anda bangun. Buatkan juga strategi agar produk Anda berhasil di pasar. 

Lakukan Pengukuran

Apabila Anda sudah membangun bisnis dan memiliki produk yang hendak ditawarkan kepada konsumen. Maka, Anda perlu mengukur kelayakan dan keberhasilan dari produk Anda. Mintalah feedback sebanyak-banyaknya sebagai bahan pertimbangan Anda untuk melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

Pelajari Data dan Konsumen 

Setelah Anda mendapatkan seluruh feedback dari target konsumen Anda, lakukanlah analisis untuk mempelajari data dan respon mereka terhadap produk Anda. Belajar dari apa yang sudah Anda dapatkan membantu Anda untuk terus melakukan perbaikan.

Perbaikan ini akan membuat Anda jauh lebih siap untuk meluncurkan produk yang layak dan benar-benar diinginkan oleh konsumen Anda. Produk Anda akan jauh lebih dapat diterima dan eksis di pasaran.

BACA JUGA: Empathy Map: Human-Centered Design, Lebih Dekat dengan Pelanggan

Demikianlah penjelasan mengenai lean startup sebagai sebuah metode untuk mengembangkan prototype produk yang layak dan benar-benar dibutuhkan. Metode ini bertumpu pada setiap feedback yang didapatkan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan. 

Bagi Anda para startup founder, ciptakan produk yang konsumen Anda butuhkan, bukan produk yang hanya Anda inginkan. Pelajari konsumen Anda, maka Anda dapat memenangkan hati mereka. 

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS