Lee Jae-yong Jadi Bos Samsung yang Baru

marketeers article
Samsung. (FOTO:123RF)

Raksasa elektronik asal Korea Selatan (Korsel), Samsung menunjuk Lee Jae-yong sebagai Executive Chairman. Dengan demikian, salah satu produsen smartphone terbesar dunia itu secara resmi dijalankan oleh generasi ketiga dari keluarga pendirinya.

Dilansir dari BBC, Kamis (27/10/2022), Lee sempat dihukum karena kasus suap pada tahun 2017. Namun, diberikan pengampunan khusus oleh presiden. Lee dipenjara dua kali karena menyuap mantan presiden. 

BACA JUGA: Saingi Samsung Z Flip 4, OPPO Akan Buat Ponsel ‘Flip’ Buatan Sendiri

“Dewan mengutip lingkungan bisnis global yang tidak pasti saat ini dan kebutuhan mendesak untuk akuntabilitas dan stabilitas bisnis yang lebih kuat dalam menyetujui rekomendasi tersebut,” tulis Samsung dalam sebuah pernyataan.

Dengan pengumuman tersebut, Lee atau dikenal Jay Y Lee akan mengendalikan penuh bisnis Samsung. Lee sebelumnya menggantikan sementara tanggung jawab mendiang ayahnya, Lee Kun-hee, Chairman Samsung Group saat dirawat di rumah sakit. Sang ayah akhirnya berpulang pada tahun 2020.

BACA JUGA: Jalin Kemitraan, Samsung dan Google Permudah Penggunaan Matter

Lee Jae-yong yang kini berusia 54 tahun telah menjadi vice chairman Samsung Electronics sejak 2012. Pada Agustus tahun lalu, Lee dibebaskan secara bersyarat setelah dipenjara selama 207 hari.

Masa kurungan itu lebih dari setengah total hukuman yang diterimanya. Dalam sebuah pernyataan, kantor Presiden Moon Jae-in mengatakan pembebasan Lee dilakukan demi kepentingan nasional.

“Kami sangat menyadari bahwa ada pandangan yang mendukung dan menentang pembebasan bersyarat vice president Jay Y Lee. Pandangan orang-orang yang menentang juga benar,” ujarnya.

Kementerian Kehakiman Korsel telah membuat keputusan untuk membebaskan Lee setelah mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi dalam negeri dan pasar global. Setahun kemudian, Lee diampuni oleh Presiden Korsel yang baru, Yoon Suk-yeol.

Lee dinyatakan bersalah atas penyuapan dan penggelapan senilai 8,6 miliar won atau setara US$ 6 juta. Kasus ini melibatkan mantan presiden Park Guen-hye, yang juga dipenjara karena suap dan korupsi.

Ketidakpastian Ekonomi

Pengumuman itu datang saat Samsung Electronics menghadapi masalah krusial karena permintaan untuk produknya menurun drastis. Hal itu akibat tingginya inflasi, kenaikan suku bunga hingga prospek ekonomi yang suram.

Baru-baru ini, Samsung melaporkan laba kuartal III 2022 merosot hingga 31%. Produsen elektronik itu juga mencatat ketidakpastian di seluruh dunia kemungkinan mengurangi permintaan hingga awal tahun depan di tengah  penurunan pertumbuhan ekonomi global.

Related

award
SPSAwArDS