Lifestyle

Lima Tips Merancang Kamar Tidur Anak Agar Bisa Tidur Nyenyak

Ilustrasi: 123RF

Sama seperti kamar tidur orang tua, desain kamar anak juga memengaruhi kenyamanannya selama tidur atau beraktivitas. Anak yang sudah mulai tumbuh besar akhirnya membutuhkan kamar tidur sendiri yang terpisah dari orang tuanya. Umumnya, anak sudah memerlukan kamar sendiri ketika ia berumur empat atau lima tahun.


Tanda lainnya adalah ketika ia sudah mulai masuk taman kanak-kanak dan punya aktivitas lain di luar rumah. Kamar anak juga menandakan bahwa orang tua memberikannya privasi yang juga harus dijaga oleh orangtua sendiri.

Punya kamar sendiri juga mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas ruang pribadinya. Para orang tua pun dituntut untuk bisa mengajarkan kepada anak soal berbagai hal. Belajar untuk merapikan tempat tidur sebelum berangkat sekolah, menyapu dan mengepel kamarnya sendiri setiap minggu, menata buku pelajaran di area meja belajar dan baju di lemari, atau mengajarkan berbagi dengan saudaranya jika mereka satu kamar.


Pastinya, kamar anak juga perlu dirancang sedemikian rupa agar anak merasa nyaman saat beraktivitas dan tidur. Jika Anda dalam tahap merancang kamar anak untuk rumah baru atau sedang ingin merenovasi kamar anak, berikut beberapa tips untuk menciptakan kamar anak yang nyaman dan menyenangkan supaya anak bisa tidur dengan nyenyak a la Dekoruma. 

Ajak Anak Terlibat Langsung Saat Mendesain Kamarnya

Meski tampaknya sepele, selalu libatkan anak secara langsung saat mulai mendesain interior kamar. Hargai pendapat dan keinginan anak untuk kamar tidurnya karena pada akhirnya mereka yang akan menempati kamar tersebut. Anda bisa mengajak anak berdiskusi untuk menentukan keputusan-keputusan seperti warna dinding, motif wallpaper, atau posisi meja belajar, atau hal-hal lain yang tidak terlalu rumit.

Anda juga mungkin bisa mengabulkan permintaan anak seperti menambahkan unsur-unsur yang disukainya seperti nuansa kamar berdasarkan tokoh kartun favoritnya, hobi atau kegiatan yang sedang dilakukannya, atau suasana dari negara atau budaya tertentu. 

Berbagi Kamar dengan Kakak atau Adiknya

Bagi keluarga dengan dua anak atau lebih, menyediakan kamar masing-masing untuk setiap anak bisa berisiko membuat anggaran desain interior atau renovasi membengkak. Selain itu, anak-anak juga terkadang takut tidur sendiri dan lebih nyaman tidur bersama kakak atau adiknya.

Situasi tersebut tidak menjadi masalah. Ada opsi tempat tidur susun supaya hemat ruang. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan keduanya punya area belajar dan area penyimpanan yang terpisah. Kalau ada dua anak yang menjadi penghuni kamar, sediakan dua meja belajar beserta kursinya, area rak & penyimpanan terpisah, kotak mainan, dan lain-lain.

Jangan Kompromi untuk Kasur Buat Anak

Walaupun hanya untuk anak, jangan sampai Anda tidak memerhatikan kualitas kasurnya. Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan justru membutuhkan kasur yang mampu menyangga punggung dan tulang belakangnya dengan sempurna saat tidur.

Penelitian sudah menunjukkan bahwa kasur yang tidak menopang tulang belakang dengan baik bisa membuat degenerasi tulang belakang. Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan nyeri karena saraf yang tertekan dan otot yang iritasi.

Jangan sampai anak mengalami masalah ini. Maka dari itu, pilih jenis kasur yang tepat untuk anak. Tidak terlalu empuk dan tidak terlalu keras supaya tulang punggungnya bisa ditopang dan berkembang dengan baik. 

Ciptakan Suasana Nyaman dengan Pencahayaan yang Tepat

Tidak semua anak terbiasa atau berani tidur dalam keadaan gelap. Untuk itu, pencahayaan kamar, terutama saat malam hari juga perlu diperhatikan dengan teliti. Tidur dengan lampu menyala penuh berdampak buruk bagi kesehatan.

Maka, pasang lampu-lampu di tempat strategis sebagai ambient light cantik yang tidak mengganggu mata saat tidur. Misalnya, menyalakan lampu meja di meja belajar atau memasang lampu strip di belakang kasur atau langit-langit kamar yang cahayanya lebih redup.

Warna lampu juga berpengaruh dengan kualitas tidur seseorang. Jika anak suka tidur dengan lampu menyala, gunakan lampu berwarna kuning yang lebih ramah di mata dan menciptakan suasana yang hangat dan nyaman. 

Letakkan Barang-barang Pribadi Anak yang Disukainya

Anak-anak juga biasanya mempunyai barang-barang pribadi yang sifatnya sangat personal. Boneka karakter kesukaannya, bantal atau guling yang mereka pakai sejak bayi, mainan, dan masih banyak lagi. Setiap anak punya benda kesayangannya masing-masing. Pastikan untuk meletakkan benda-benda tersebut di kamar anak atau menyediakan tempat khusus untuk benda-benda ini.

Kalau anak suka mengoleksi boneka, mungkin Anda bisa memasang rak penyimpanan untuk memajang boneka-bonekanya yang bisa ia lihat sebelum tidur, atau memasang nakas di samping tempat tidurnya untuk anak menaruh boneka atau benda-benda lain yang harus bersamanya saat tidur.

Most Popular








To Top