Market Cap Meningkat, BSI Naik Peringkat di Perbankan Syariah Global

marketeers article
Ilustrasi layanan BSI. (FOTO: BSI)

Kapitalisasi pasar atau market cap PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI telah menembus Rp 100 triliun. Hal itu mendorong bank bersandi saham BRIS tersebut naik peringkat ke posisi 11 dari sebelumnya ranking 13 di tingkat perbankan syariah global.

Rizky Budinanda, Group Head Investor Relations BSI mengatakan ini merupakan kado istimewa bagi perusahaan yang berulang tahun pada 1 Februari tersebut.

“Pergerakan saham BRIS pada perdagangan Selasa lalu sejalan dengan pergerakan pasar di mana IHSG ditutup positif ke level 7.192,22 atau terapresiasi 0,49%,” kata Rizky Budinanda dikutip dari website BSI, Kamis (1/2/2024).

BACA JUGA: Permudah Kepemilikan Rumah, BSI Tawarkan Tenor Hingga 30 Tahun

Pencapaian market cap tersebut terjadi pada penutupan perdagangan bursa Selasa (30/1/2024). Di mana harga saham BRIS ditutup positif 1,87% ke level Rp2.180. Hal ini pun melanjutkan milestone saham BRIS memang sedang mengalami tren positif sejak penghujung 2023 hingga Januari 2024.

Pencapaian market cap itu pun semakin mendekatkan BSI pada salah satu aspirasi besarnya, yaitu menjadi Top 10 Global Islamic Bank. Sebagai gambaran, pada akhir 2022 market cap BSI baru mencapai Rp59,51 triliun. Adapun pada Desember 2023 naik menjadi Rp 80,26 triliun.

Pergerakan saham BRIS menunjukkan tren positif sejak penghujung November 2023 sejalan juga dengan tren IHSG yang menghijau. Pada rentang November 2023-Januari 2024 harga terendah saham BRIS berada di level Rp 1.455 dan harga tertinggi di level Rp 2.180.

BACA JUGA: Kinerja Meningkat, Saham BSI Terus Alami Kenaikan

Ia menekankan, kenaikan harga saham tersebut seiring makin kuatnya kinerja perseroan secara fundamental. Di sisi lain, kinerja tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya kepercayaan investor.

“Pada akhir 2023 jumlah investor institusi di BSI naik menjadi sekitar 70% dibanding sekitar 60% pada akhir 2022. BSI tidak hanya menarik bagi investor domestik tapi juga asing,” ucapnya.

Berdasar catatannya, dalam beberapa waktu terakhir investor asing cukup aktif mengoleksi saham BRIS. Hal ini terlihat dari sesi perdagangan Selasa lalu dengan net buy investor asing terhadap saham BRIS mencapai sebesar Rp 36,27 miliar.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related