Finance

Masih Banyak Pekerja Belum Memiliki Jaminan Hari Tua

Sumber: Chubb Life

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 73% pekerja di Indonesia yang tidak mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT). Padahal, populasi kelas menengah dan usia produktif di Indonesia terus meningkat.

Melihat hal ini, Kumaran Chinan, President Chubb Life Indonesia mengatakan perlunya kesadaran untuk mulai berinvestasi jangka panjang untuk menyiapkan hari tua.

“Untuk itu kami meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional Dwiguna yang merupakan long term endowment insurance. Produk ini dirancang sebagai tabungan jangka panjang sebagai jaminan hari tua untuk nasabah,” katanya.

Mengikuti peluncuran produk barunya ini, Kumaran mempertegas kondisi keuangan jangka panjang masyarakat Indonesia yang bisa dibilang kurang sehat. Data Bank Dunia mencatat dalam 15 tahun terakhir, jumlah kelas menengah di Indonesia naik dari 7% ke 20%. sementara itu, BPS memperkirakan bahwa populasi usia produktif akan mencapai 193 juta orang pada tahun 2025. Artinya, risiko tanggungan hari tua di Indonesia akan sangat besar saat angkatan ini mulai memasuki usia lanjut ke depannya.

Kondisi ini juga diperburuk dengan meningkatnya biaya kebutuhan jangka panjang, terutama dari aspek kesehatan. Menurut laporan Mereer Marsh Benefit pada tahun 2019 biaya kesehatan di Indonesia akan naik rata-rata 11% per tahun. Biaya pendidikan akan naik 10% per tahun.

“Data di atas mempertegas bahwa masyarakat tidak bisa mengandalkan kondisi nasib di masa depan, tapi harus mulai menabung dan berinvestasi jangka panjang untuk mengurangi risiko di hari tua,” lanjutnya.

Chubb Life menawarkan masa pertanggungan hingga 20 tahun dengan rentang usia pertanggungan hingga 80 tahun. Asuransi ini memberikan tunjangan kematian hingga 150% dari uang pertanggungan yang dibayarkan. Kumaran menambahkan, apabila tertangung meninggal akibat kecelakaan, penerima manfaat akan menerima manfaat tambahan hingga Rp 2 miliar.

“Nasabah juga dapat menentukan sendiri kebutuhan perlindunganya yang akan disesuaikan dengan premi yang dibayarkan. Targetnya, kami ingin membangun literasi keuangan masyarakat dan membangun kesadaran kebutuhan masa depan,” tutup Kumaran.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top