Masuki Kuartal III 2022, Penjualan ASUS Indonesia Turun hingga 10%

profile photo reporter Bernadinus Pramudita
BernadinusPramudita
15 Agustus 2022
marketeers article
Penjualan ASUS Indonesia Turun Hingga 10% di Q3 2022 (FOTO:Marketeers/Bernadinus Adi P)

Perusahaan manufaktur perangkat komputer dan gawai ASUS mengalami penurunan penjualan di Indonesia memasuki kuartal ketiga tahun 2022. ASUS Indonesia rupanya tak lepas dari dampak krisis semikonduktor yang juga melanda banyak perusahaan manufaktur di bidang teknologi lainnya.

Selain krisis semikonduktor, lockdown yang kembali diberlakukan di China beberapa waktu lalu, mengakibatkan kapasitas produksi dan pengiriman produk menjadi terhambat. Hal itu mengakibatkan terkendalanya suplai pasokan produk ke Indonesia.

“Sebenarnya kapasitas produksi itu terhambat cukup signifikan. Tapi karena kita masih punya stok yang mulai diproduksi di pabrik kita, jadi kendala semikonduktor ini tidak terlalu terasa dampaknya karena kita punya stok cukup di pusat kita, hanya kendala di pengiriman saja. Paling sekitar 5% sampai 10%, tapi sekarang sudah mulai kembali,” ujar Muhammad Firman, Head Of Public Relation ASUS Indonesia saat ditemui di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Secara terperinci, Firman menjelaskan yang terdampak keras adalah segmen laptop dengan harga Rp 10 juta ke bawah. Dengan adanya resesi dan harga-harga yang beranjak naik, Firman mengatakan masyarakat tidak lagi memprioritaskan belanja teknologi pada kuartal III.

“Fokus orang tidak lagi belanja teknologi dulu. Karena begitu pandemi, mereka belanja habis-habisan. Sebulan, dua bulan pertama, memang penjualan PC dan perangkat itu anjlok. Tapi setelah WFH dan PJJ itu meningkat pesat sekali. Jadi kondisinya, mereka masih punya perangkat yang relatif baru, dan kondisi ekonomi agak kurang menguntungkan, jadi mereka sedikit menunda,” ujarnya.

Firman yakin dalam kuartal ketiga yang belum usai ini, ASUS Indonesia masih bisa pulih dan bisa mencetak penjualan positif. Alasannya, lockdown di China perlahan mulai dikurangi, sehingga kapasitas produksi mulai berjalan normal kembali.

“Belakangan sudah mulai kembali normal. Kita sudah bisa kembali memasukkan produk. Kuantitasnya sudah cukup memadai. Harusnya sampai akhir kuartal III dan kuartal IV bisa naik lagi,” ucap Firman.

Dari paparan Firman, ASUS Indonesia pada kuartal tahun 2022 sudah menjual setidaknya 435.563 laptop kelas konsumer. Target perusahaan sendiri yakni 1,2 juta buah laptop konsumer terjual pada tahun 2022. Jumlah yang terjual sudah memenuhi 36% dari target.

Sementara itu, untuk segmen laptop gaming, perusahaan sudah mencapai 44% target penjualan yang diinginkan pada tahun 2022. Target ASUS Indonesia, yakni 108.000 buah laptop gaming terjual pada tahun 2022, sementara penjualan mencapai angka 48.001 buah pada kuartal II.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related