Technology

Mekari: Pemanfaatan Teknologi Dapat Membantu UKM pada Masa Krisis

Ilustrasi: 123RF

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Indonesia per 17 April 2020, sebanyak 37.000 UKM di seluruh Indonesia telah terkena dampak COVID-19. Dampak yang dihasilkannya pun beragam, mulai dari penurunan penjualan, permasalahan modal, permasalahan distribusi, sulitnya mendapatkan bahan baku hingga tunggakan kredit. Dengan mayoritas usaha yang bersifat harian dan mengandalkan interaksi fisik, adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini sangat memengaruhi operasional para UKM ini.

Melihat kondisi ini, software as a service Mekari memandang bahwa adaptasi teknologi bisa menjadi salah satu strategi yang diterapkan oleh para UKM. Standie Nagadi, VP Marketing Mekari, menjelaskan, dorongan adaptasi teknologi bagi pemilik UKM di masa saat ini menjadi sangat besar. Pemilik usaha tidak bisa lagi mengesampingkan peranan teknologi dalam membantu mereka mempertahankan bisnis.

“Penerapan teknologi secara menyeluruh dalam operasional usaha perlu dilakukan. Misalnya dengan memanfaatkan e-commerce, melakukan promosi di media sosial. Atau, mengadopsi pencatatan keuangan secara online adalah hal yang paling relevan yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha saat ini,” papar Standie.

Mekari pun menawarkan produk Jurnal, software akuntansi online berbasis cloud. Melalui produknya ini, perusahaan berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pemilik UKM dalam mengatur keuangan bisnis khususnya di masa krisis melalui sistem automasi.

“Setelah pandemi ini berakhir, kita akan semakin dihadapkan pada realita New Economy. Pemilik usaha yang mengadopsi teknologi secara terukur dan optimal akan dapat bertahan di tengah persaingan usaha,” tambah Standie.

Dengan fitur – fitur komprehensif yang dimiliki oleh Jurnal, Mekari siap mendukung pemilik usaha untuk beradaptasi pada perubahan era ini. Perusahaan juga bermisi untuk membantu menjaga kesehatan keuangan bisnis para UKM.

Secara teknis, Jurnal menawarkan sistem automasi dalam proses operasionalnya. Kemampuan ini membantu pemilik usaha untuk melakukan pemantauan keuangan usahanya secara real time. Perangkat ini pun dapat diakses kapan pun dan dimana pun melalui smartphone atau desktop. Lalu, elemen pencatatan keuangan apa saja yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha di masa krisis?

1.            Membuat laporan ringkasan bisnis

Software akuntansi seperti Jurnal memfasilitasi adanya laporan ringkasan bisnis yang lengkap dan mudah diakses. Laporan ini berisikan gambaran umum keuangan bisnis seperti neraca, laba rugi, arus kas dan lainnya. Pemilik usaha dapat melihat update rangkuman kondisi keuangannya dengan cepat untuk menganalisis dan memastikan status keuangan bisnisnya.

2.            Analisis cash flow secara berkala

Di masa krisis seperti ini, arus kas menjadi hal utama yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha untuk menilai kondisi bisnisnya. Dengan software akuntansi seperti Jurnal, pemilik usaha akan dimudahkan dalam membuat dokumen penagihan dan pembayaran yang dapat dikirim atau diterima secara otomatis melalui e-mail. Laporan arus kas ini juga dapat dilengkapi dengan tag transaksi sehingga bisa menganalisis laporan kas per proyek, divisi, dan lainnya.

3.            Mengatur ulang budgeting

Pengaturan ulang rencana anggaran biaya menjadi hal yang krusial. Pemilik usaha harus memilah pos – pos anggaran mana yang menjadi prioritas saat ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan usaha tetap berjalan dengan berbagai risiko yang sudah bisa diantisipasi. Fitur Budgeting yang ada di Jurnal akan membantu pemilik usaha membuat pos anggaran pemasukan dan pengeluaran sebagai acuan saat mendata realisasi penjualan dan pengeluaran operasional.

4.            Melakukan pengecekan inventory & aset

Mengecek stok barang secara berkala dan bisa dilakukan secara real time melalui Jurnal akan membantu pemilik usaha. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk melihat produk mana yang paling diminati dan kurang diminati, produk mana yang akan segera habis masa berlakunya, hingga stok yang kosong.

Jadi, pemilik usaha bisa mengatur strategi penjualan dengan lebih baik. Selain itu, Jurnal juga menyediakan fitur Pengaturan Aset yang bisa memberikan informasi detail atas status dari aset berwujud maupun tidak berwujud yang dimiliki oleh pemilik usaha.

5.            Memantau transaksi bisnis

Melalui fitur Cash Link pada Jurnal, memungkinkan pemilik usaha melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis tanpa perlu repot mengunjungi kantor fisik. Jurnal akan menampilkan ringkasan rekonsiliasi bank pada semua akun kas dan bank, serta perubahan saldo kas dan bank yang belum dicatat.

Kemudian, ada fitur Smart Bank Reconciliation yang secara otomatis memberikan rekomendasi untuk pencocokan transaksi berdasarkan angka, tanggal, ataupun deskripsi transaksi yang sama untuk mempercepat proses rekonsiliasi.

“Adaptasi teknologi secara menyeluruh dan optimal di masa krisis ini akan mendukung pemilik usaha dalam mengatur dan menganalisis operasional. Sehingga, para pemilik usaha bisa mengambil strategi bisnis yang tepat dan terukur,” tutup Standie.

MARKETEERS X








To Top