Mengalami Relapse setelah Putus Cinta? Ini Cara Mengatasinya

marketeers article
Ilustrasi relapse (Foto: 123rf)

Putus cinta bukanlah perkara yang mudah. Adalah hal yang lumrah bila diri ini tak bisa langsung melupakan mantan kekasih karena pada dasarnya manusia memang mengalami beberapa fase setelah hubungan berakhir, salah satunya relapse.

Machdy dalam buku Loving Wounded Soul (2019) mendefinisikan relapse sebagai kembalinya gejala-gejala utama ketika seseorang hampir pulih. Dalam hal putus cinta, fase ini bermakna kenangan dan harapan yang kembali muncul saat Anda sudah hampir melupakan si mantan.

Pakar Percintaan, Rachel Lloyds, mengatakan kepada Daily Star bahwa saat seseorang berada di fase relapse masih berharap bisa memperbaiki hubungan yang telah rusak. Kadang, mereka juga cenderung menyalahkan diri sendiri atas asmaranya yang berakhir.

BACA JUGA: Belajar dari Lulu Tobing, Bisakah Hubungan Retak Kembali Harmonis?

Jika Anda sedang berada di fase ini, berikut sejumlah cara untuk mengatasinya yang dirangkum dari laman Alodokter:

Jangan Menyalahkan

Hal pertama yang perlu dilakukan untuk keluar dari fase relapse ialah tidak menyalahkan siapa pun, baik diri sendiri maupun mantan kekasih. Lebih baik alihkan perhatian pada hal-hal yang bersifat positif ketimbang mencari kambing hitam untuk meluapkan emosi.

Terima Kenyataan

Menerima kenyataan bahwa jalinan kasih Anda sudah berakhir juga menjadi kunci utama untuk keluar dari fase relapse. Ini memang sulit dan membutuhkan waktu yang tidak singkat, tapi lebih baik menerima dengan lapang dada daripada menyangkal atau menahan emosi.

BACA JUGA: Karakter Serupa dengan Pasangan Bikin Hubungan Langgeng, Benarkah?

Jaga Jarak

Jangan menelepon atau mengirim pesan kepada mantan dengan harapan bisa kembali menjalin hubungan yang telah usai. Hindari pula mencari tahu tentangnya, entah itu melalui media sosial, kontak telepon, pesan teks, ataupun bertanya pada temannya.

Fokus pada Diri Sendiri

Fokuslah pada diri sendiri dengan melakukan hal-hal menyenangkan, seperti merawat diri ke salon atau membeli sesuatu yang Anda suka. Cobalah juga untuk menyibukkan diri, misalnya bermain bersama teman-teman, melakukan hobi yang diminati, atau kelas kursus tertentu.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk keluar dari fase relapse usai putus cinta. Jika perasaan Anda tak kunjung membaik, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli, seperti  psikolog.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS