Mengenal Cherophobia, Perasaan Takut akan Bahagia

marketeers article
Ilustrasi cherophobia (Foto: 123rf)

Setiap orang idealnya menginginkan kebahagiaan. Namun, tidak demikian dengan pengidap cherophobia, yang justru menyimpan ketakutan berlebih terhadap perasaan bahagia.

Pengidap cherophobia seringkali merasa cemas ketika berada dalam kegiatan yang dianggap membuat bahagia. Mereka yakin bahwa setiap kali sesuatu yang baik terjadi, maka hal buruk pasti akan menghantui.

Sebab itulah, pengidap cherophobia cenderung menghindari aktivitas yang dapat mengarah pada kegembiraan. Dengan menghindari rasa bahagia, mereka berharap bisa mencegah hal buruk terjadi di kemudian hari.

Cherophobia sendiri tidak dikategorikan sebagai gangguan jiwa dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Namun, para ahli menduga kondisi ini termasuk gangguan kecemasan alias anxiety disorder.

BACA JUGA: Suka Mengunyah Es Batu? Waspada Pertanda Anemia!

Penyebab Cherophobia

Melansir Halodoc, seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatis atau berkepribadian introvert dan perfeksionis lebih rentan mengidap cherophobia. Namun, bukan berarti seseorang dengan fobia ini senantiasa terlihat sedih atau murung. 

Penyebab utama fobia ini adalah adanya rasa takut akan kesedihan yang bakal menimpa usai merasa bahagia. Perasaan ini mungkin terjadi akibat trauma masa lalu, yang lantas mendorong pemikiran bahwa bahagia akan mengundang kesedihan.

Dengan kata lain, cherophobia merupakan mekanisme yang muncul dalam otak seseorang untuk melindungi diri. Sadar maupun tidak, orang tersebut mungkin sedang membentengi diri dari trauma, ketakutan, tragedi, atau konflik seperti yang terjadi di masa lalu.

Selain itu, mereka juga sering berpikir bahwa terlihat bahagia itu buruk bagi diri sendiri, teman, dan keluarga. Bahkan, mereka menganggap kebahagiaan sebagai sesuatu yang sia-sia dan membuang-buang waktu dan tenaga.

BACA JUGA: Mengobati Inner Child yang Terluka pada Orang Dewasa, Begini Caranya!

Namun, tidak semua orang yang menunjukkan ciri-ciri cherophobia adalah penderita gangguan kecemasan. Seseorang bisa saja menghindari kegiatan sosial, kalau hal itu dianggap memberi ketenangan dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.

Cara Mengatasi Cherophobia

Mengingat cherophobia tidak tergolong dalam gangguan kejiwaan, penanganannya pun perlu disesuaikan dengan keadaan setiap orang yang mengalaminya. Secara umum, fobia ini dapat diatasi dengan melakukan relaksasi.

Relaksasi yang dimaksud berupa melatih teknik pernapasan, menulis jurnal, meditasi, ataupun berolahraga. Selain itu, bisa juga memberanikan diri mengikuti kegiatan sosial yang selama ini dihindari.

Jika kondisi ini dirasa sudah mulai mengganggu kehidupan sosial, percintaan, atau pekerjaan, cobalah berkonsultasi dengan psikolog. Psikolog akan membantu Anda menggali penyebabnya serta memberi solusi terbaik untuk mengatasinya.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS