Mengenal Friendship Marriage, Tren Pernikahan Baru di Jepang

marketeers article
Ilustrasi. (Sumber: 123rf)

Istilah friendship marriage belakangan ini tengah menjadi perbincangan. Hal ini mengacu pada tren friendship marriage yang rupanya sedang berkembang di Jepang.

Sebelumnya, negeri matahari terbit itu tengah mengalami angka pernikahan yang terus menurun dari tahun ke tahun. Kondisi ini pun tentu saja membuat pemerintah mulai khawatir.

Akan tetapi, hal ini justru direspons dengan konsep friendship marriage yang menjadi tren di kalangan anak muda Jepang. Tren tersebut dianggap sebagai alternatif dari pernikahan tradisional.

BACA JUGA Karakter Serupa dengan Pasangan Bikin Hubungan Langgeng, Benarkah?

Secara definisi, dilansir dari laman South China Morning Post, friendship marriage merupakan hubungan yang terjalin berdasarkan minat dan nilai yang sama antara dua individu. Artinya, hubungan ini terjalin tanpa melibatkan perasaan cinta atau romantisme. 

Dua orang yang berada dalam hubungan platonis ini akan dianggap sebagai pasangan yang sah. Akan tetapi, keduanya tidak berinteraksi secara romantis dan seksual.

Bahkan, setelah menikah, orang-orang yang menjalani hubungan ini diperbolehkan untuk menjalin hubungan dengan orang lain berdasarkan kesepakatan bersama.

Berdasarkan laporan Colorus, setidaknya ada 500 pasangan di Jepang yang sudah menikah sebagai pasangan platonis ini.

BACA JUGA 5 Aktivitas Team Bonding, Eratkan Hubungan Tim Selayaknya Keluarga

Konsep hubungan ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2015 lalu, yang kemudian berkembang pesat beberapa waktu belakangan hingga menjadi sebuah tren pernikahan baru bagi generasi muda di Jepang.

Diketahui, individu yang tertarik pada friendship marriage ini rata-rata berada di rentang usia 32 tahun dengan pendapatan melebihi rata-rata nasional, dan sekitar 85% memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi.

Selain dianggap sebagai alternatif pernikahan tradisional, cara ini juga banyak dilakukan untuk mendapatkan citra sosial yang stabil dan dewasa. Mereka yang melakukan friendship marriage ingin melakukannya demi kemajuan karier dan menyenangkan orang tua.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related