Mengenal Lebih Dekat NFT

profile photo reporter Marketeers
Marketeers
30 Oktober 2021
marketeers article
Illustration concept of converting artwork into digital NTF tokens
Oleh Muqorrobien Marufi, CEO Ansvia
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar istilah NFT yang biasanya dibarengi dengan istilah cryptocurrency. Sebenarnya apa itu NFT? Mengapa sekarang sangat ramai diperbincangkan? Apa bedanya dengan cryptocurrency? Apakah NFT layak untuk mengambil perhatian kita?
NFT merupakan singkatan dari Non-Fungible Token. Ia merupakan representasi digital dari barang yang tidak bisa dipecah nilainya. Sebaliknya uang menjadi fungible token karena bisa dipecah menjadi nilai yang lebih kecil. Contohnya uang Rp 1.000 yang bisa dipecah menjadi dua dengan nilai 500-an, atau dipecah menjadi sepuluh dengan nilai 100-an. Jadi, uang menjadi fungible token.
Sementara, gelas menjadi non-fungible token karena tidak bisa dipecah lagi untuk mendapatkan nilai yang lebih kecil. Jadi, kalau cryptocurrency menjadi representasi digital dari mata uang yang bisa dipecah (fungible token), maka NFT diartikan sebagai representasi digital dari “benda” tunggal yang tidak bisa dipecah. Ringkasnya, dimengerti sebagai “benda” digital yang disimpan di jaringan peer-to-peer dengan mekanisme kepemilikan dan dijamin secara kriptografis
Fungible token dibentuk oleh digit angka. Sementara, non-fungible token dibentuk oleh metadata. Apa isi metadata? mengacu pada standar ERC-721 yang merupakan standar untuk pembuatan aset NFT, metadata minimal berisi atribut, seperti nama aset, deskripsi aset, dan URL gambar untuk representasi visual.
Sebagai contoh apabila benda berupa gelas didigitalkan dalam bentuk NFT, maka metadata akan seperti ini. Yakni, namanya gelas, deskripsinya sebagai alat untuk minum, dan URLnya adalahURL: https://gambar.com/gelas.jpg.  Benda digital ini tidak harus gambar. B,isa berupa media lainnya seperti video, audio, bahkan teks.
Tujuan utama NFT adalah memastikan kepemilikan aset digital tunggal. Sebelumnya, aset digital tidak memiliki mekanisme yang konkret untuk memastikan kepemilikan dan memindahtangankan kepemilikan secara mandiri. Semuanya masih dilakukan melalui pihak ketiga. Beberapa malah masih menggunakan cara “basah” di atas kertas di depan notaris misalnya. Dengan NFT, kita semua bisa memiliki dengan bukti kriptografis dan bisa memindahkan kepemilikan tersebut kepada siapa pun secara mandiri tanpa perantara.
Saat ini, NFT paling banyak digunakan oleh komunitas di internet untuk membuat semacam “suvenir” digital dengan tema khusus. Contohnya, komunitas pecinta robot mereka membuat “suvenir” digital dalam bentuk NFT dengan gambar beraneka macam robot.
Biasanya, “suvenir” digital ini dibuat dengan jumlah terbatas dan memiliki nomor seri. Memilikinya akan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi para anggotanya.
NFT juga mulai banyak diadopsi oleh game online Item digital di dalam game tersebut dijadikan NFT sehingga item tersebut bisa diperdagangkan bahkan di luar ekosistem game-nya (misalnya, marketplaceNFT). NFT juga digunakan oleh beberapa artis dan musisi sebagai fans token. Beberapa token bahkan diperebutkan oleh para penggemarnya dan memiliki nilai yang sangat mahal.
NFT akan menjadi standar baru dalam banyak hal yang berkaitan dengan masalah hak kepemilikan. Industri yang berkaitan dengan properti intelektual akan mendapatkan manfaatnya. Ini juga akan mengubah cara kita dalam memandang bagaimana barang digital dikelola, bagaimana barang digital dimiliki, dan bagaimana barang digital bisa diperjualbelikan. Barang digital ini bisa berupa gambar, tulisan, buku, video, musik, perangkat lunak, dan konten digital lainnya. NFT akan menjadi bentuk baru cara manusia melegitimasi aktivitas tersebut. Dan, ini akan merevolusi banyak hal di industri digital kelak.
*Artikel ini diterbikan di kolom kolaborasi Marketeers x GDP

    Related