Mengenang Joko Pinurbo lewat 4 Buku Puisi Karyanya

marketeers article
Salah satu buku puisi karya Joko Pinurbo (Foto: Instagram)

Dunia sastra kembali berduka. Penyair Joko Pinurbo, atau yang akrab disapa Jokpin, meninggal dunia pada usianya yang ke-61 tahun pada Sabtu (27/4/2024) setelah menjalani perawatan akibat penyakit paru-paru.

Semasa hidupnya, Jokpin dikenal sebagai penyair ternama di Indonesia yang telah melahirkan sederet buku puisi. Karya-karya itu berhasil mengantongi berbagai penghargaan nasional dan internasional, bahkan sampai diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Jerman.

Tidak kalah ikonik, sosok Joko Pinurbo dikenal sebagai penyair manis yang berhasil membuat Yogyakarta menjadi kota romantis lewat penggalan sajaknya yang berbunyi, “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan“.

BACA JUGA: 3 Novel William Shakespeare, Pemantik Lahirnya Hari Buku Sedunia

Bagi Anda yang penasaran dengan manisnya sajak Joko Pinurbo, berikut rekomendasi buku puisi karyanya:

Sepotong Hati di Angkringan

Sepotong Hati di Angkringan pertama kali terbit pada tahun 2021. Buku setebal 80 halaman ini berisi 45 puisi yang terdiri atas dua bagian, yaitu Sepotong Hati di Angkringan dan Ibadah Mandi dengan masing-masing kisah berbeda.

Bagian Sepotong Hati di Angkringan berfokus pada Yogyakarta, entah itu suasananya, manusia di dalamnya, kesunyian, hingga kerinduan. Adapun bagian Ibadah Mandi menggambarkan perenungan Jokpin saat wabah Covid-19 melanda.

Perjamuan Khong Guan

Perjamuan Khong Guan pertama kali terbit pada tahun 2020. Buku yang berisi 80 puisi ini terdiri atas empat bagian yang disebut ‘kaleng’ dengan masing-masing tema berbeda, antara lain soal tradisi, budaya, peristiwa, hingga masalah sosial.

Jokpin juga memuat sejumlah puisi mengenai raibnya sosok ayah dalam kaleng Khong Guan, sebagaimana judul bukunya. Ia punya jawaban unik dan nyeleneh perihal keluarga Khong Guan tersebut.

BACA JUGA: 3 Novel Fenomenal Cok Sawitri, Budayawan Bali yang Berpulang

Surat Kopi

Surat Kopi pertama kali dipublikasi pada 2014, namun kembali diterbitkan ulang pada 2019 dengan menambahkan sejumlah sajak yang belum masuk pada edisi sebelumnya. Buku berisi 163 sajak ini rata-rata panjangnya tak melebihi empat baris, mengingat diambil dari cuitan-cuitan Jokpin di Twitter.

Buku Latihan Tidur

Buku Latihan Tidur pertama kali terbit pada tahun 2017. Buku setebal 82 halaman ini memuat 45 sajak yang dipisah menjadi enam bagian.

Setiap bagian dalam Buku Latihan Tidur mengangkat tema yang beragam, mulai dari masalah bahasa, kritik sosial, kopi dan tidur, hingga persoalan tuhan dan agama. Selain itu, buku tersebut juga dilengkapi ilustrasi-ilustrasi  yang tak kalah menarik. 

Itulah rekomendasi buku terbaru Jokpin. Tertarik membaca salah satunya?

Editor: Ranto Rajagukguk

Related