Mengintip Perjalanan Suhendro Sebagai Importir

marketeers article

Dunia kewirausahaan sangat beragam. Banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya kegiatan ekspor-impor produk dari dan ke dalam atau luar negeri. Seperti yang digeluti oleh Suhendro Wang. Sejak usia 18 tahun, pemilik akun Instagram @suhendrowang yang telah memiliki pengikut hampir 13 ribu ini telah mengimpor barang-barang dari China. Dari impor satu kubikasi, kini ratusan kontainer per tahun telah ia hasilkan.

Suhendro memulai kegiatan impornya dengan mendatangkan tabung pemadam api, pakaian bergaya Korea, rantai baja conveyor, mesin clorine, generator, karpet, banner, hingga produk-produk safety equipment. Tentu sudah banyak pengalaman yang dialami selama 12 tahun berkecimpung di kegiatan impor dan ekspor.

Menurutnya, sebelum kita ingin memulai kegiatan impor suatu barang, terlebih dulu harus menjadi distributor. “Ketika level kita di distributor, kita bisa memperluas pangsa pasar terlebih dulu. Kemudian ketika kita menjadi importir, akan lebih mudah untuk menghabiskan barang yang kita sudah impor dari negara lain,” terang Suhendro.

Suhendro pun menyarankan untuk jangan pernah melakukan impor lalu menjual secara eceran. Sebab itu akan redup dengan perlahan. “Saat kita impor dari pabrik di berbagai negara seperti India, China, dan Korea memerlukan kuantitas minimal 1 kontainer 20 feet.

Dari sini, kita baru bisa mendapatkan harga barang dan ongkos kirim lebih rendah. Tentu konsekuensinya adalah kita harus stok barang di gudang dalam jumlah banyak,” lanjut pria yang mengimpor melalui bendera PT Cipta Terang Bersama ini.

Nah, ketika menjual barang tersebut secara retail, maka akan sangat lama barang tersebut habis dari gudang. Tentu ini sangat berpengaruh dengan biaya sewa gudang dan lambatnya cash flow di perusahaan.

Baginya, perjalanan menjadi importir sungguh tidaklah mudah. Memerlukan persiapan dana yang besar dan harus siap rugi jika barang yang diimpor tidak laku ataupun reject dari pabrik negara asal. Sebab itu, sebelum mengimpor barang, harus melakukan riset terlebih dulu dan mengasah insting bisnis yang peka terhadap market.

“Jangan pernah berpikir bahwa menjadi importir itu untungnya besar. Saat ini rata-rata importir hanya mengambil untung bruto 15%-25% untuk barang fast moving, 25%-40% mid-moving, >40% untuk slow moving. Dan importir juga harus memberikan tempo atau waktu pembayaran sekitar 1-4 bulan kepada pelanggan (distributor),” tutup Suhendro.

Hingga saat ini, PT Cipta Terang Bersama diklaim memiliki gudang dengan luas sekitar 1.000 meter persegi dan memiliki jaringan distribusi hampir di 26 provinsi di Indonesia.

Related

award
SPSAwArDS