Menilik Cara Eden Farm Jaga Stabilitas Bisnis Kala Karantina Pandemi

marketeers article

Berada pada kondisi karantina pandemi tak lantas membuat perusahaan rintisan agri-tech penyuplai bahan makanan, Eden Farm berdiam diri. Eden Farm justru membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi reseller agar tetap produktif selama masa karantina pandemi.  Cara ini sekaligus menjadi upaya Eden Farm untuk menjaga stabilitas bisnis mereka.

Langkah Eden Farm untuk tetap beroperasi, bahkan membuka kesempatan sebagai reseller dilakukan untuk menjaga rantai suplai makanan tetap berjalan. Apalagi, perusahaan yang didirikan sejak 2017 ini telah menggandeng lebih dari 1.000 petani, tiga pasar induk, dan berbagai pemasok makanan di lima kota.

Founder & CEO Eden Farm David Gunawan di Jakarta, Jumat (10/04/2020) mengatakan, “hal ini dilakukan untuk menjaga suplai bahan makanan 10 ribu usaha pelanggan Eden Farm di Jadetabek dan Bandung, sekaligus melindungi 1.000 mitra petani dan produsen pangan di daerah agar tetap dapat menjual produk-produk mereka di masa sulit ini.”

Dengan menjadi reseller, menurut David, masyarakat dapat menjadi perpanjangan rantai distribusi bagi komunitas mereka. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk tetap produktif di masa pandemi ini.  Kesempatan untuk menjadi reseller dibuka Eden Farm melalui laman website EdenFarm.id.

Para reseller akan memperoleh akses ke berbagai produk bahan makanan, seperti buah dan sayuran segar, sayuran hidroponik, bumbu dapur, hingga bahan kering (beras, tepung, minyak, dan lain-lain) yang akan diantarkan langsung ke rumah. Pengantaran dilayani setiap hari dengan pemesanan melalui aplikasi di smartphone.

“Tidak semua orang mempunyai akses mudah dan aman kepada suplai bahan makanan di masa-masa pembatasan sosial ini, maka salah satu solusi adalah menambah akses ke suplai melalui reseller,” kata David.

Eden Farm menargetkan, dapat memiliki 1.000 reseller yang tersebar di Jadetabek dan Bandunghingga akhir April tahun ini.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya Eden Farm guna menjaga stabilitas bisnis. Pasalnya, jika mereka berhenti beroperasi, maka berbagai usaha kuliner yang mengandalkan suplai Eden Farm dan para mitra petani akan mengalami kesulitan.  

“Untuk itu, kami tetap beroperasi dan berupaya menambah reseller. Namun, kami juga melakukan berbagai penyesuaian untuk memastikan keselamatan karyawan kami, terutama yang bertugas di gudang dan di lapangan,” terang David.

Eden Farm akan memberlakukan lima kebijakan pencegahan. Dimulai dari penambahan intensitas disinfeksi gudang untuk menjaga kualitas bahan makanan dan keamanan pekerja gudang, Eden Farm kemudian memberikan masker dan sarung tangan untuk staf gudang dan staf pengantar barang yang memiliki resiko paparan lebih tinggi.

Sementara, untuk memperkuat sistem imun, Eden Farm turut memberikan multivitamin bagi seluruh pekerja baik di gudang maupun divisi pengantaran barang. Bagi karyawan di kantor, Eden Farm akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah. Namun, bagi karyawan yang tetap harus bekerja di kantor, Eden Farm memberlakukan jarak aman 1-2 meter antar karyawan.

Untuk mendukung upaya pembatasan fisik, Eden Farm juga memberikan panduan preventif COVID-19 bagi pengantaran barang. Panduan tersebut termasuk imbauan menjaga jarak 1-2m antara petugas pengantar dan pelanggan, sekaligus imbauan teknis untuk meletakkan barang di depan rumah atau tempat usaha pelanggan pada pengantaran.

Related

award
SPSAwArDS