Finance

Menilik Diferensiasi Produk Paylater Gojek vs Indodana vs Traveloka Paylater

Ilustrasi: 123RF

Kemajuan teknologi dapat dirasakan di tiap lini kehidupan manusia saat ini, termasuk di bidang finansial. Seluruh kegiatan transaksi keuangan secara bertahap telah beralih ke transaksi digital. Antara penjual dan pembeli kini tidak lagi harus melakukan tatap muka untuk melunasi transaksi pembelian. 

Ada banyak pilihan metode pembayaran yang dapat digunakan. Salah satu yang sedang populer di kalangan milenial adalah paylater. Dengan layanan ini, pengguna bisa melakukan pembayaran meski sedang tidak punya uang karena perusahaan penyedia memberikan dana talangan terlebih dulu.

Selanjutnya, pengguna akan diberikan opsi untuk melunasi tagihan dana pinjaman secara penuh di bulan berikutnya atau mengangsur dalam jangka waktu atau tenor tertentu. 

Terdapat beberapa produk paylater yang cukup diminati, seperti produk paylater dari Gojek, Indodana, atau Traveloka Paylater. Lalu apa beda ketiganya? Berikut ulasan mengenai layanan paylater dari ketiga layanan tersebut yang dikutip dari berbagai sumber:

Gojek

Di awal perjalanan sistem GoPay PayLater pada tahun 2018, Gojek menggandeng Findaya (PT Mapan Global Reksa) sebagai mitra fintech lending. 

Konsumen bisa menggunakan metode pembayaran ini di berbagai layanan Gojek, seperti GoFood, GoRide, GoCar, GoSend, GoPulsa, GoTagihan, GoTix, GoBluebird, GoSubscription, dan rekan usaha Gojek.

Di sisi lain, hanya pelanggan terpilih yang dapat menggunakan layanan ini dengan credit limit hingga Rp 500.000. Setiap bulannya, pengguna akan dikenakan biaya langganan sebesar Rp 25.000. Jika ada keterlambatan pembayaran atau cicilan, pengguna alam dikenakan biaya Rp 2.000 per hari. Seluruh transaksi ini dilakukan melalui GoPay.

Indodana

“Belanja sekarang, bayar nanti dengan Indodana PayLater.”

Kalimat di atas menjadi slogan khas Indodana, sebagai perusahaan Fintech Peer-to-Peer Lending. Salah layanan yang banyak diminati di Indodana adalah layanan paylater

Pengguna yang ingin mendaftar bisa melalui aplikasi Indodana atau Tokopedia dengan waktu erifikasi 1×24 jam. Jumlah dana yang bisa diajukan sekitar Rp 500.000–Rp 25.000.000. Pengguna akan dikenakan biaya tambahan 1% untuk iaya layanan dan 2% untuk iaya tambahan yang dihitung dari nilai transaksi.

Di sini, pengguna diberikan pilihan tenor 1-12 bulan dengan bunga cicilan 0% untuk tenor satu bulan, 3% flat untuk tenor 3-12 bulan. Jika ada keterlambatan pembayaran, pengguna akan didenda hingga 10%, sesuai jumlah hari keterlambatan. Pembayaran dilakukan melalui aplikasi Indodana.

Traveloka

Sama seperti pemain lainnya, Traveloka memahami bahwa tidak semua pelanggan memiliki akses penggunaan kartu kredit. Sebab itu, Traveloka menghadirkan fasilitas keuangan digital paylater. Fasilitas ini memungkinkan pengguna bertransaksi semua produk yang tersedia di aplikasi, kecuali tagihan dan pengisian pulsa.

Dengan begitu, liburan bukan lagi sekadar impian belaka. Pengguna bisa memesan tiket pesawat, voucer hotel, tiket tempat wisata, hingga kupon makan, melalui aplikasi dan membayar menggunakan Traveloka PayLater

Sebagai daya saing, Traveloka berkolaborasi dengan Bank BRI dan menghadirkan Traveloka PayLater Card. Dengan kartu ini, pengguna bisa bertransaksi secara offline dan online di berbagai merchant berlogo Bisa di banyak negara. 

Pengguna dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Traveloka dan proses verifikasi akan memakan waktu satu jam. Credit limit yang ditawarkan sebanyak Rp 1.000.000–Rp 50.000.000 dengan tenor 1-12 bulan. Di layanan ini, tidak ada biaya tambahan yang akan dikenakan. 

Meski begitu, pengguna akan dikenakan bunga cicilan sebesar 2,14%- 5% per bulan dan denda keterlambatan  5% per bulan. Pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi Traveloka.

MARKETEERS X








To Top