Inovasi Omnichannel Pantene di Perfect on Art Experience

marketeers article

Mengintegrasikan berbagai channel pemasaran, Pantene mencoba meluncurkan inovasi omnichannel melalui pameran kesenian Perfect on Art Experience. Sebanyak 1.000 influencer (makro dan mikro) dilibatkan diimbangi dengan aktivasi offline yang membawa target market Pantene merasakan product experience dari produk terbaru Pantene, Perfec+ On.

Terinspirasi dari tren pameran kesenian yang belakangan banyak digelar dan dinikmati generasi muda, Pantene mengambil momentum dengan menggelar pameran kesenian Perfec+ on Art Experience. Pameran ini didesain instagramable  untuk menarik anak muda berburu spot menarik guna mewarnai feed Instagram mereka.

Melibatkan sebelas seniman dalam negeri (Rinaldy A. Yunardi, Tex Saverio, Arkiv Vilmansa, Ronald Apriyan, Patricia Untario, Kezia Karin, Antonio Sinaga, Muklay, Theresia Sitompul, Meliantha Muliawan dan kurator Rifky Effendy),  Pantene mencoba membuat pameran seni yang memfilosofikan produk Pantene Perfec+ On.

“Produk ini merupakan produk kondisioner rambut tanpa bilas. Pantene mencoba menyampaikan keindahan rambut perempuan dan elemen manfaat dari Pantene Perfec+ On melalui instalasi karya seni yang unik dan berbeda yang dipamerkan di dalam pameran karya seni multi sensori,” ungkap Ovidia Nomia, Senior Communications Manager P&G Indonesia di Jakarta, Rabu (06/03/2019).

Bagi kurator Rifky Effendy, maraknya para seniman yang menggelar pameran seni nan instagramable beberapa waktu belakangan menunjukkan pengalaman ruang bisa berinteraksi dan menyisipkan pesan kepada para penikmatnya.

“Saat ini ada banyak seniman dan penyelenggara membuat instalasi seni yang instagramable. Fenomena terakhir menunjukkan pengalaman ruang menjadi fenomena baru dan menunjukkan karya seni juga dapat berinteraksi langsung dengan publik. Bahkan, bisa mencerminkan banyak hal di dalamnya,” ungkap Kurator Rifky Effendy.

Bekerjasama dengan MRA Grup, Pantene menjalankan aktivitas pemasaran secara online dan offline. Diawali dari deretan brand ambassador Pantene seperti Maudy Ayunda yang membuka suara di Instagram melalui hashtag #PerfectOn dan #DadahAwutAwutan, ratusan micro influencer Pantene pun turut mengkomunikasikan konten serupa.

Perfect On Art Experience terbagi atas empat Zona, meliputi zona yang menunjukkan instalasi seni yang menggambarkan karya tanpa menggunakan air (Waterless Journey), zona dengan satu tetes dari Pantene Perfec+ On membuat rambut tampak sempurna (a Perfect Drop), zona keindahan menggambarkan keindahan rambut perempuan yang dirawat dengan Pantene Perfec+ On (Beautiful Flock), dan zona yang menunjukkan standar kecantikan terkini untuk perempuan muda Indonesia (Perfec+on).

Digelar selama 12 hari (6 – 17 Maret 2019), instalasi seni ini digelar di Level 3 North Wing, Pacific Place, Jakarta Selatan. Ovidia mengatakan, kawasan SCBD dipilih lantaran banyak para pekerja yang berkeliling di mall ini dan mungkin ingin mencoba produk Pantene Perfec+ On untuk mengatasi masalah rambut mereka yang berantakan. Untuk dapat merasakan pengalam di instalasi seni ini, Pantene mengharuskan para pengunjung membeli lebih dulu produk Pantene Perfec+ On di lokasi.

Editor: Sigit Kurniawan

Related

award
SPSAwArDS