Lifestyle & Entertainment

Menilik Perubahan Industri Hiburan di Tengah Pandemi

Layanan streaming seperti Netflix, Disney+, Hulu, dan Amazon Prime tengah menjadi primadona. Terutama di masa pandemi yang membuat orang harus tetap di rumah.

Dikutip dari Forbes, Omdia, perusahaan riset teknologi global memprediksi, perusahaan streaming, seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime akan mengalami pertumbuhan hingga 12%.

Hakuhodo melalui risetnya COVID-19 and Its Impact on ASEAN seo-katsu-sha mengatakan 81% responden mengalami stres akibat situasi pandemi. Untuk mengatasi stres tersebut, 44% responden menonton video melalui smartphone dan 31,6% mencari hiburan di rumah melalui musik atau game.

Tren streaming konten berupa musik dan video atau film banyak bermunculan selama pandemi, baik yang diselenggarakan oleh penyedia layanan streaming maupun merek lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo yang merespons fenomena kebutuhan konten hiburan yang mudah diakses dengan menggelar konser virtual. Tujuannya, selain memberikan hiburan bagi masyarakat yang sedang berada di rumah, juga untuk meningkatkan brand engagement dengan konsumen.

Konser Silahturahmi Ramadan yang berkolaborasi dengan empat musisi ternama Indonesia, yaitu Kunto Aji, Yura Yunita, Sal Priadi, dan Hindia di platform YouTube.

Platform e-commerce Shopee juga memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan konser virtual. Berbeda dari IM3 Ooredoo yang mengajak musisi tanah air, Shopee membawa konser Kpop terbesar, KCON ke ranah online.

“Kami berusaha untuk menghadirkan konten menarik terbaru yang dapat dinikmati pengguna Shopee, serta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan online,” jelas Handhika Jahja, Direktur Shopee Indonesia.

Shopee memanfaatkan platform live streaming miliknya untuk mengadakan KCON: TACT 2020 Summer. Bersama dengan CJ ENM, festival ini bertujuan memenuhi permintaan yang meningkat akan konten hiburan online selama masa physical distancing saat ini.

Fahroni Arifin, SVP Head of Brand Management dan Strategy Indosat Ooredoo, mengatakan tren online entertainment seperti streaming film maupun konser musik virtual akan dapat menjadi sebuah tren baru meski setelah pandemi berakhir. Tetapi tentu saja, tidak ada yang dapat menggantikan kebutuhan untuk kontak fisik atau pertemuan langsung dengan hiburan tersebut.

“Jadi saya memprediksi, masyarakat mulai bosan tiga bulan di rumah saja dan terus mengandalkan platform digital kemudian menginginkan aktivitas fisik di luar ruangan. Contohnya saja wacana dibuatnya sinema drive thru,” tutup Fahroni.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top