Mikael Jasin, BA Arummi Cashew Milk Juarai WBC 2024 di Korea Selatan

marketeers article
Mikael Jasin, BA Arummi Cashew Milk Juarai WBC 2024 di Korea Selatan. (Marketeers/Vedhit)

Mikael Jasin, barista asal Indonesia, telah mengukir prestasi di industri kopi. Berkiprah lebih dari sepuluh tahun, Mikael aktif mengikuti berbagai kompetisi barista baik dalam negeri maupun internasional.

Pada tahun 2024, ia memenangkan World Barista Championship (WBC) di Busan, Korea Selatan, mengalahkan 53 kompetitor dari 50 negara. Sebelumnya, pada WBC 2019, Mikael meraih posisi keempat.

“Perasaan saya campur aduk saat kompetisi, terutama saat melalui proses penjurian dan menunggu hasil. Pengalaman sebelumnya yang tidak berhasil masuk final di WBC membuat momen ini terasa lebih berarti. Kemenangan ini adalah momen membawa nama Indonesia di kancah global,” kata Mikael di Titik Temu Cafe SCBD, Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Salah satu perubahan menarik di WBC adalah aturan penggunaan susu non-dairy. Pada WBC 2023 di Athena, peserta pertama kali diperbolehkan menggunakan susu nabati, seperti susu berbasis tanaman.

BACA JUGA: Mengenal 5 Macam Jenis Biji Kopi Robusta di Indonesia

Perubahan ini mencerminkan tren gaya hidup sehat global, dengan makin banyak orang beralih dari susu dairy ke susu nabati. Peningkatan konsumsi susu nabati global terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada WBC 2024, Mikael menggunakan produk susu nabati lokal Indonesia, Arummi Cashew Milk. Inovasi yang ditampilkan adalah campuran 60% susu sapi, 20% Arummi cashew milk, dan 20% oat milk.

Campuran ini menghasilkan rasa manis dari laktosa, gurih dan nutty dari kacang mede, serta creamy dari tekstur oat milk. Proses pencampuran dilakukan dengan alat evaporator untuk menghilangkan 20% kadar air agar rasa manis lebih pekat. Inovasi ini diberi nama D.O.A, yaitu dairy, oat, dan Arummi.

“Arummi Cashew Milk memiliki rasa gurih dan nutty khas kacang mede, cocok untuk minuman panas atau dingin, meningkatkan cita rasa kopi, dan mempermudah proses frothing untuk menghasilkan foam yang bagus, halus, shiny, dan glossy,” ujar Mikael.

BACA JUGA: TOMORO COFFEE Bangun Pabrik Kopi Berkapasitas 2.400 Ton per Tahun

Proses pengembangan produk susu kacang mede Arummi melibatkan barista untuk memahami kebutuhan mereka, seperti kemampuan menghasilkan tekstur creamy, mudah di-frothing, dan cocok untuk berbagai bahan.

Nacitta Kanyandara, CEO Arummi Foods mengatakan melalui berbagai pengujian dan diskusi dengan barista, pihaknya terus menyempurnakan tekstur dan rasa susu kacang mede Arummi.

“Komunikasi terus-menerus dengan barista sangat penting dalam perbaikan produk, sehingga menghasilkan susu kacang mede yang mendukung kreasi berbagai jenis minuman,” ujar Nacitta.

Kemenangan Mikael Jasin di WBC 2024 dan inovasi produk Arummi Cashew Milk mencerminkan kolaborasi sukses antara barista dan produsen susu nabati. Hal ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kerja sama dapat mendorong pertumbuhan industri kopi di Indonesia dan membawa nama bangsa ke panggung global.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS