Naik 138%, Jumlah Investor Aset Kripto Tembus 9,5 Juta Orang

profile photo reporter Dyandramitha Alessandrina
DyandramithaAlessandrina
03 Januari 2022
marketeers article
Day trader using mobile phone and computer screens with charts, Vienna Austria, 25-3-2018
Investasi aset kripto terus mengalami peningkatan sepanjang 2021. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementrian Perdagangan, jumlah investor aset kripto mencapai 9,5 juta per Oktober 2021.
Pencapaian tersebut meningkat lebih dari 138% dari 4 juta investor di tahun 2020 lalu. Mengenai nilai transaksi aset kripto, hingga Juli 2021 telah mencapai Rp 478,5 triliun. Artinya, per harinya bisa lebih dari Rp 1,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 636% dari Rp 65 triliun  pada tahun 2020.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda menyampaikan investasi aset kripto diyakini akan terus mengalami tren peningkatan kedepannya. Bahkan, ia menyakini bahwa, jumlah investor aset kripto akhir tahun 2021 bisa menembus 10 juta.
“Investasi aset kripto terus alami tren peningkatan. Jika terus meningkat, investor bisa tembus 10 juta di akhir tahun 2021. Bahkan, 2-4 tahun ke depan, bisa lebih dari 30 juta investor,” kata Teguh.
Tercatat, mayoritas investor di aset kripto sebanyak 40% didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sementara itu, menurut data internal Tokocrypto, secara keseluruhan, 66% investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun, yang mana 35% berusia 18-24 tahun, dan 31% berusia 25-34 tahun.
Di Tokocrypto sendiri, hingga saat ini, sudah ada lebih dari 2 juta pengguna terdaftar dan rutin melakukan transaksi perdagangan aset kripto. Pada periode 2020-2021, volume transaksi harian telah lebih dari US$ 191 juta, naik US$ 2 juta pada periode 2019-2020.
“Jumlah investor dan transaksi kripto meningkat secara signifikan, sebab aset ini memiliki potensi kenaikan harga tinggi di masa mendatang. Hal tersebut membentuk pemahaman bahwa kripto ini potensial sebagai produk digital dan menciptakan sebuah ekosistem baru,” tambah Teguh.
Di sisi lain, penipuan di dunia aset kripto turut mengalami lonjakan. Laporan terbaru dari firma riset, Chainalysis mengungkapkan bahwa penipuan di dunia kirpto telah menghasilkan lebih dari US$ 7,7 miliar sepanjang tahun 2021.
Secara keseluruhan, penipuan kripto tersebut naik 81% dibandingkan tahun 2020 lalu. Bentuk penipuan paling umum adalah peretasan akun dan penipuan proyek aset kripto yang melarikan diri dengan uang investor.
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related