Resource & Energy

Naik 19%, Ekspor TPT Nasional Tembus US$ 10,52 Miliar

Sumber gambar: 123rf.com

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional terus menunjukkan kinerja yang memuaskan pada tahun 2021. Tercatat, ekspor pada periode Januari hingga Oktober 2021 naik sebesar 19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku puas dengan pencapaian tersebut. Pasalnya, industri TPT mampu berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 6,08% pada kuartal tiga tahun 2021. Sementara itu, pertumbuhan industri TPT secara triwulanan juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 4,27% (quarter to quarter/qtoq) apabila dibandingkan triwulan dua tahun 2021 sebesar 0,48%.

“Bahkan, ekspor TPT turut mengalami peningkatan sebesar 19% menjadi US$ 10,52 miliar. Selain itu, nilai investasi juga mengalami kenaikan sebesar 12% hingga menjadi Rp 5,06 triliun,” ujar Agus melalui keterangannya, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, dengan kinerja yang moncer sepanjang tahun 2021 membuat industri TPT melakukan ekspansi dengan nilai total investasi yang ditanamkan mencapai Rp 2 triliun di Jawa dan Rp 8,5 triliun di Provinsi Riau. Perluasan usaha ini menandai optimisme para investor dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

“Hal ini membuktikan bahwa industri TPT bukan sunset industry, bahkan menjadi sunrise industry. Saya optimistis industri TPT nasional akan semakin tumbuh dan akselerasinya cukup baik bila dilihat harmonisasi hulu dan hilir,” ujarnya.

Agus meyakini, ke depan investasi dari industri TPT di Indonesia akan terus tumbuh. Realisasi investasi tersebut di antaranya meliputi industri pembuatan serat, pembuatan benang, pembuatan kain, sampai dengan industri pakaian jadi. Hal ini sejalan dengan target substitusi impor 35% pada tahun 2022 yang diinisiasi oleh Kemenperin.

Dia menegaskan, pemerintah terus berupaya mendukung peningkatan iklim investasi dan usaha dengan mengeluarkan beberapa kebijakan strategis baik berupa insentif fiskal maupun nonfiskal untuk meminimalisir dampak pandemi serta meningkatkan kinerja industri TPT. Berbagai kebijakan tersebut diimplementasikan dengan program-program seperti pemberian insentif fiskal melalui tax allowance dan tax holiday, serta pengembangan neraca komoditas dan verifikasi kemampuan industri dalam rangka perbaikan rantai pasok bahan baku dan dukungan terhadap sektor industri kecil menengah (IKM) melalui pembangunan material center.

Program selanjutnya yaitu pengendalian impor dan pengenaan trade remedies industri TPT sebagai langkah pengamanan pasar dalam negeri melalui pemberian rekomendasi impor, pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) dan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard.

“Pengembangan industri dari investasi baru ini akan mempermudah industri TPT mendapatkan bahan baku. Kami sangat optimistis hari ini merupakan kebangkitan TPT nasional,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

The Latest

To Top