Netflix dkk. Mulai Beriklan di TV, Ini Alasannya

marketeers article
Netflix dkk Mulai Beriklan Di TV, Ini Alasannya (FOTO:123RF)

Platform streaming on demand seperti Netflix, Disney+, Spotify, dan lainnya, mulai terlihat beriklan di saluran-saluran televisi nasional. Sebelumnya, platform tersebut lebih sibuk menjajakan layanannya melalui saluran-saluran digital, di mana layanannya beroperasi.

Fenomena munculnya layanan streaming on demand di televisi nasional tentu dapat dimaknai sebagai salah satu upaya perusahaan dalam meraih pengguna baru. “Rumus bahwa platform digital hanya perlu mendorong eksposur di platform digital saja telah ditinggalkan, karena audiens yang multisegmen menggunakan cross platform secara tidak terbatas,” ujar Janoe Arijanto, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) ketika dihubungi Marketeers, Selasa (14/6/2022).

Janoe melihat fenomena Netflix dkk yang mulai beriklan di saluran televisi nasional menjadi tanda bahwa perusahaan tidak lagi melihat mereka yang lebih sering menggunakan media digital sebagai satu-satunya pasar yang dapat diraup. Baik mereka yang lebih dominan menggunakan saluran televisi konvensional, juga dapat diraup ke dalam pangsa pasar platform streaming on demand.

Landscape yang ditandai dengan interaksi multiplatform, meniadakan batas-batas antara konvensional dan non-konvensional, digital dan non-digital, karena batas diantara keduanya sudah buram,” lanjutnya.

Tambahnya, dengan banyaknya media yang dapat digunakan untuk memperoleh konten, masyarakat pun menjadi konsumen multiplatform. Untuk meraup pangsa pasar yang bersifat multiplatform, tentu pendekatan di lebih banyak titik kepada konsumen diperlukan.

“Jadi, untuk berinteraksi dengan karakter audience multiplatform ini, perusahaan harus mencegat di banyak sisi atau di banyak contact point. Apalagi jika sebuah platform digital. Misalnya, platform streaming ingin melakukan penetrasi pasar di audiens konvensional maka dia harus masuk lebih dalam ke titik-titik baru yang sering kita sebut sebagai media konvensional” ujarnya.

Netflix dkk yang kini mulai beriklan di televisi nasional, perlahan mulai membangun pasar di media konvensional. Janoe mengatakan bahwa tren ini akan terus berlanjut.

“Fenomena cross platfrom ini akan semakin seamless dan terintegrasi satu sama lain. Pasalnya, apa yang  dilihat di satu platform, bisa dinikmati secara berbeda di platform lain dengan konteks dan kelebihan yang berbeda beda,” pungkas Janoe.

Editor: Muhammad Perkasa Al Hafiz

Related

award
SPSAwArDS