Nielsen: Anggaran Kurang pada Perencanaan Media Bisa Hambat ROI

marketeers article
Anggaran yang kurang pada perencanaan media ternyata bisa berdampak kurang baik pada ROI. | Foto: 123RF

Nielsen mengungkap pentingnya keseimbangan anggaran untuk mendapatkan return of investment (ROI) yang maksimal. Pada laporan perdananya mengenai hal ini, Nielsen mengungkap penting bagi pengiklan, agensi, dan publisher untuk meningkatkan ROI pada perencanaan media. 

Laporan bertajuk The 2022 ROI Report menyajikan data dan informasi terkait hal-hal yang mendorong ROI, cara mengukurnya, dan meningkatkan metrik yang sudah dimiliki merek.

Nielsen menemukan bahwa sekitar separuh dari pemasar masih belum memaksimalkan anggaran mereka pada saluran-saluran yang ada untuk mendapatkan ROI. Padahal, rendahnya ROI dapat berdampak pada pengurangan belanja iklan merek.

“Merek tidak boleh menyia-nyiakan iklan berharga pada audiens yang salah. Dengan berinvestasi secara bijak dan memiliki strategi yang seimbang pada inisiatif corong atas dan corong bawah, merek dapat menjangkau audiens yang tepat serta memaksimalkan ROI mereka,” ujar Imran Hirani, Vice President, Media and Advertiser Analytics Nielsen.

Nielsen menemukan bahwa belanja iklan terkadang harus dibuat lebih tinggi agar mendapatkan hasil yang sesuai dan meningkatkan ROI. Nielsen menemukan “Kesenjangan 50-50-50” yang berarti meskipun 50% perencanaan media kekurangan investasi dengan median sebesar 50%, anggaran yang ideal dapat meningkatkan ROI hingga 50%.

Bagi pengiklan, agensi, dan publisher, Nielsen merekomendasikan beberapa hal, antara lain:

Pemasaran Corong Penuh (Full Funnel Marketing)

Saluran yang dapat memberikan angka ROI di atas rata-rata untuk merek dan hasil penjualan memang jarang ditemukan. Dari pengamatan Nielsen, hanya terdapat 36% saluran yang mampu memberikan dampak di atas rata-rata pada metrik pendapatan dan objektif merek.

Untuk meningkatkan ROI, merek harus mengupayakan strategi yang seimbang untuk inisiatif corong atas dan bawah. Laporan Nielsen menunjukkan bahwa dengan menambahkan pemasaran corong atas ke corong bawah dan menengah yang ada, maka hal ini dapat meningkatkan keseluruhan ROI sebesar 13-70%.

Media Baru

Sulit bagi merek untuk membelanjakan uang dalam jumlah besar tanpa ada bukti bahwa media baru tersebut dapat memberikan hasil yang diinginkan. Namun menganggarkan belanja yang kecil juga akan mempersulit untuk mengetahui apakah media tersebut efektif. 

Nielsen mendapati bahwa iklan podcast, influencer marketing, dan konten bermerek dapat menghasilkan lebih dari 70% brand awareness, dan ROI pemasaran influencer sebanding dengan ROI dari media arus utama.

Strategi Peningkatan Penjualan Iklan

Publisher tidak hanya bersaing dengan pihak lain di saluran mereka tetapi juga bersaing di saluran lain. Jadi, membandingkan ROI saluran dapat membantu menetapkan strategi harga. Laporan ROI mengungkap media sosial menghasilkan ROI 1,7 kali lebih besar dari TV. Namun, media sosial mendapat kurang dari sepertiga anggaran iklan TV.

Pengukuran Audiens

Kampanye dengan jangkauan tepat sasaran memberikan hasil penjualan yang lebih baik. Namun, faktanya, saat ini hanya sektor tertentu yang dapat menyasar usia dan jenis kelamin yang tepat. Ini berarti pada saluran yang paling berkualitas dan memiliki cakupan data paling lengkap pun lebih dari sepertiga belanja iklan tidak sesuai target. 

Untuk memanfaatkan peluang dan membuatnya bermakna, pengiklan harus memprioritaskan solusi pengukuran yang mencakup semua platform dan perangkat dengan kualitas informasi yang real-time.

“Laporan ROI 2022 Nielsen berperan sebagai panduan bagi merek, agensi, dan publisher. Di saat lebih banyak saluran tersedia untuk menjangkau audiens yang diinginkan, penting agar wawasan tentang ROI bisa diperoleh dan juga mudah dipahami,” tutur Imran.

Editor: Ranto Rajagukguk

Related

award
SPSAwArDS