Nikmatnya Luba Laya, Kuliner Sedap Khas Nunukan

marketeers article

Membahas keragaman dan keunikan kuliner Nusantara memang tidak ada habisnya. Terdiri dari ribuan suku yang memiliki budayanya masing-masing, membuat setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan tersendiri, salah satunya di bidang kuliner. Kali ini, kawasan perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara menjadi sorotan akan kenikmatan makanan khasnya, Luba Laya.

Jika dilihat sepintas, Luba Laya hampir tidak ada bedanya dengan lontong. Makanan ini memang terbuat dari beras yang dibungkung dengan daun. Bedanya, Luba Laya menggunakan beras organik Adan Krayan yang hanya bisa didapatkan di Desa Krayan, Kabupaten Nunukan. Cara membungkusnya pun berbeda. Jika lontong dibungkung dengan daun pisang, Luba Laya dibungkung menggunakan daun itip sehingga memiliki wangi yang khas.

Saking nikmatnya, banyak warga Malaysia dan Brunei yang sengaja datang ke Nunukan lewat Pontianak untuk mencicipi Luba Laya. Kuliner asli Suku Dayak Lundayeh memiliki nama yang cukup masyur di negeri jiran.

”Kemasyuran kuliner Nunukan di negeri Jiran sudah melegenda. Seperti beras Adan dari Krayan. Kalau mau makan nasi yang enak warga negara tetangga rela membayar mahal beras Adan. Makanya Sultan Brunei pun sangat menyukainya,” ujar Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono pada keterangam tertulisnya kepada Marketeers.

Untuk mencicipi kenikmatan Luba Laya, wisatawan dapat mampir ke Festival Crossborder Nunukan yang diselenggarakan pada 27-28 April 2019. Tidak hanya Luba Laya, festival tersebut juga menampilkan berbagai budaya khas Nunukan dan Kalimantan pada umumnya.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

 

 

Related

award
SPSAwArDS