Lifestyle & Entertainment

Ninja Xpress Antar Hody.id Tembus Omzet Lima Kali Lipat

Photo Credits: 123rf

Program AKSILERASI Ninja Xpress berhasil mengantarkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Hody.id meraup omzet lima kali lipat di tengah masa pandemi. Hody.id menggunakan jurus Aikido yang diperkenalkan para mentor profesional program AKSILERASI.

Founder Hody.id Mira Nur bercerita, sejak bisnis utama yang ia jalani terdampak pandemi COVID-19, ia terus memutar otak untuk tetap dapat mengoperasikan bisnis. Bak jurus Aikido, UKM pun perlu memiliki kemampuan bela diri untuk dapat keluar dari bahaya yang mengancam.

Jurus Aikido yang diperkenalkan para mentor Ninja Xpress meliputi kemampuan membaca tren pasar, menganalisa data, hingga mengolah laporan keuangan yang tepat agar dapat meraih Quick Win di tengah situasi sulit.

“Hody.id, produk tas berbahan sintetis ini dapat dikatakan sebagai produk pandemi yang sukses setelah menerapkan berbagai jurus Aikido yang didapatkan dari kelas AKSILERASI. Pasalnya, produk yang baru lahir di tengah pandemi ini dalam waktu kurang dari satu tahun, reseller Hody.id berhasil merangkak naik hingga 27%, diikuti dengan follower Instagram yang juga merangkak naik 8% hingga saat ini,” kata Mira di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Mira melalui Hody.id berhasil memberdayakan ibu-ibu Jago Jualan yang datang dari seluruh pelosok daerah yang tersebar di Indonesia untuk bergabung menjadi reseller Hody.id.

Dengan menerapkan sistem sharing profit untuk para reseller dan juga melakukan kampanye kreatif melalui media sosial, Mira berhasil meneraplan materi creative campaign dan public speaking yang didapat dari kelas AKSILERASI ke dalam bisnis. Mira mengaku, materi tersebut sebagai materi kelas yang paling menjadi perhatian Mira dalam bimbel intensif  AKSILERASI.

Belum lama ini, Hody.id telah meluncurkan produk baru dan berhasil menjual 120 ribu produk tersebut melalui reseller hanya dalam waktu 25 jam.

“Omzet naik berlipat merupakan sebuah prestasi bagi UKM itu sendiri. Tetapi, seorang pemilik bisnis tidak bisa lengah dan harus segera memeriksa laporan keuangan dengan cara memastikan variable cost harus sudah dikunci dan fixed cost dalam keadaan terpantau,” terang Ligwina Hananto, Mentor AKSILERASI Ninja Xpress dan Lead Financial Trainer @QM_Financial.

Menurut Ligwina, terdapat dua hal yang harus diperbaiki oleh UKM di Indonesia. Pertama, mindset untuk berpikir analitis. UKM perlu memiliki data untuk dapat menganalisa bisnis sehingga keputusan yang dibuat berdasarkan pada analisis data yang tepat.

“Keputusan yang baik akan muncul jika pemilik bisnis mengkombinasikan daya analisisnya melalui data dan insting yang seimbang,” ujar Ligwina.

Kedua, pengetahuan finansial. UKM dikatakan Ligwina harus memiliki penegtahuan finansial yang memadai. Pegiat UKM harus memiliki laporan keuangan yang jelas dan dapat dipahami.

“Laporan keuangan akan membuat pegiat UKM mengerti hal yang sedang terjadi di dalam bisnis dan dapat lebih cermat dalam menjalankan bisnis,” tutup Ligwina.

MARKETEERS X








To Top