Transportation & Logistic

Ninja Xpress Perkuat Fondasi Bisnis dengan 1.900 Mitra di Seluruh Indonesia

Photo Credits: Ninja Xpress

Ninja Xpress memperkuat fondasi bisnis dengan menargetkan kemitraan bersama 1.900 agen (Ninja Point) di seluruh pelosok Indonesia. Target yang mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun lalu tersebut diharapkan tercapai di tahun ini. Langkah ini merupakan jawaban Ninja Xpress terhadap peningkatan volume pengiriman barang nasional selama masa pandemi sejak tahun lalu.

“Peningkatan peluang kemitraan Ninja Point di 100% wilayah Indonesia akan mendukung obsesi kami untuk selalu menghadirkan kenyamanan, serta peace of mind bagi pengguna di seluruh pelosok Tanah Air,” kata Ignatius Eric Saputra, Country Head Ninja Xpress di Jakarta, Selasa (26/01/2021).

Inovasi produk dan layanan ini merupakan bagian dari obsesi Ninja Xpress dalam mendorong kemajuan industri logistik nasional dengan cara membuka peluang bisnis bagi mitra-mitra potensial di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Potensi Bisnis Logistik di Indonesia

Ninja Xpress nampak optimistis dengan potensi pertumbuhan industri logistik nasional. Pasalnya, penelitian yang dilakukan Ken Research menunjukkan, tren pendapatan pasar industri logistik nasional diprediksi akan meningkat hingga 2024.

Bahkan, pendapatan logistik nasional diprediksi akan mencapai US$ 300,3 miliar pada 2024 dari US$ 220,9 miliar di tahun lalu. Pendapatan tersebut termasuk angkutan barang, pergudangan, serta kurir, ekspres, dan parsel.

Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menerbitkan Inpres No. 5/2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE). Sistem NLE ini bertujuan untuk memangkas waktu dan biaya yang disebabkan oleh persoalan sistem logistik yang lama. Mengingat, biaya logistik nasional dianggap masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga di ASEAN. Sistem ini diharapkan pemerintah dapat menurunkan biaya logistik senilai 23,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini, dan akan terus ditekan hingga menjadi 17%.

“Ninja Point merupakan salah satu upaya kami untuk turut berpartisipasi membantu pemerintah dalam upayanya menghadirkan sistem NLE yang lebih baik lagi di dalam negeri. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital ke arah yang lebih baik dan merata ke seluruh Indonesia,” lanjut Ignatius Eric.

MARKETEERS X








To Top