Communication

Omni-Channel, Tren Dalam Dunia Periklanan

Oleh Reza Refhani,
Head of Sales & Marketing UBIKLAN

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup membuat industri bisnis terkejut. Ketika peristiwa fisik menjadi virtual dan anggaran pemasaran utama dipotong; iklan luar ruang atau out of home (OOH) tetap menjadi saluran yang paling relevan untuk menjangkau masyarakat yang masih beraktivitas.

Mengutip data dari GroupM, mereka memperkirakan pertumbuhan periklanan global pada tahun 2021 mencapai 12,3%. Dan menurut laporan terbaru WARC, OOH akan menjadi media dengan pertumbuhan tercepat kedua pada tahun 2021, dengan pengeluaran iklan meningkat sebesar 20%.

Di tahun 2021, pandemi akan terus menjadi sebuah fenomena yang membuat segalanya tidak pasti. Pelaku bisnis advertising dituntut untuk menemukan lebih banyak alternatif yang lebih cepat dan dapat beradaptasi dengan lingkungan yang tidak dapat diprediksi. Inovatif dan kreatif menjadi kunci untuk dapat bertahan di tengah keterbatasan aktivitas konsumen di luar rumah.

Periklanan online atau digital akan menjadi pilihan yang dominan bagi pelaku bisnis. Periklanan ini lebih akurat dan fleksibel karena ekosistem yang terintegrasi akan meningkatkan personalisasi dan lokalisasi OOH.

Melihat kesempatan seperti itu, perusahaan yang pada dasarnya bergerak di bidang periklanan offline seharusnya tertantang untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan memperkuat inventaris offline-nya dengan mengintegrasikan inventaris online. Para pengiklan atau brand dapat meluncurkan iklannya di ranah digital namun terintegrasi dengan iklan offline.

Misalnya menggunakan online dashboard reporting untuk tracking iklan offline yang sedang berjalan secara live. Ubiklan telah menerapkan melalui Ubinetwork. Teknologi ini dapat menghitung jumlah mata yang melihat iklan tersebut dan lokasi atau rute iklan tersebut.

Ke depannya, diprediksi akan ada berbagai inovasi dari teknologi digital atau online OOH di dunia. Contohnya adalah digital OOH interaktif dan digital OOH terprogram. Digital OOH interaktif menghubungkan produk dan audiens sehingga saling berinteraksi lewat sebuah iklan. Misalnya yang dilakukan oleh Nescafe ketika mempromosikan produk cold brew terbaru di People’s Square Station, Shanghai.

Ketika berdiri di area interaktif dan menggerakkan tubuh, audiens dapat mengontrol botol Nescafe di layar digital, mengumpulkan tetesan kopi dan mencoba mengisi botol dalam 30 detik. Setelah misi permainan selesai, peserta akan menerima QR code yang dapat dipakai untuk mendapatkan sebotol cold brew gratis dari vending machine terdekat.

Sedangkan digital OOH terprogram menciptakan peluang tak terbatas dalam menggunakan data guna memicu konten. Salah satu merek otomotif berteknologi tinggi dunia, Toyota, telah membuktikan keunggulan Digital OOH terprogram yang terpasang di 3.290 titik strategis di Turki dan berhasil meningkatkan penjualannya.

Di Indonesia sendiri, iklan dengan integrasi Omni-Channel menjadi tren yang akan berkembang. Ubiklan sendiri sudah berkolaborasi dan menggandeng beberapa digital platform dan news portal agar dapat menyediakan terobosan integrasi iklan offline dan online, sehingga dapat memenuhi kebutuhan brand ketika beriklan. Misalnya otomatis memberikan notifikasi atau membuka website/artikel pengiklan di perangkat (handphone/tablet) audiens saat berada di area iklan billboard/car branding terpasang. Audiens akan mendapatkan informasi ekstra dari iklan yang terpasang secara offline.

Pandemi tidak membuat para advertising untuk melakukan inovasi. Justru, mereka melakukan adaptasi dengan menciptakan tren periklanan terbaru yang menjadi pilihan brand lebih beragam.

MARKETEERS X








To Top