OpenAI Mulai Rilis GPT-4, ChatGPT Terbaru yang Lebih Canggih

marketeers article
OpenAI. (FOTO: 123rf)

OpenAI, startup pengembang chatbot ChatGPT bakal merilis model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang lebih kuat bernama GPT-4 di tengah booming AI yang terus berkembang. Hal ini sekaligus memantik persaingan antara Microsoft Corp, pendukung OpenAI dengan Google.

Dilansir dari Reuters, Rabu (15/3/2023), OpenAI dalam pernyataannya menjelaskan teknologi terbarunya adalah “multimodal” yang berarti gambar serta permintaan teks dapat dipacu untuk menghasilkan konten. Fitur input teks akan tersedia untuk pelanggan ChatGPT Plus dan pengembang software dengan daftar tunggu, sementara kemampuan input gambar masih dalam tahap penelitian.

Peluncuran yang sangat dinanti-natikan ini menandakan bagaimana para pekerja kantoran dapat beralih ke AI yang terus berkembang untuk melakukan lebih banyak tugas. Di sisi lain, perusahaan teknologi juga berlomba-lomba bersaing untuk memenangkan bisnis dari kemajuan tersebut.

BACA JUGA: Bakal Luncurkan Chatbot Ernie Bot, Saham Baidu Meroket

Google milik Alphabet Inc mengumumkan “magic wand” untuk software kolaborasinya yang dapat menyusun hampir semua dokumen. Hal itu diumumkan beberapa hari sebelum Microsoft akan memamerkan AI untuk aplikasi Word yang kemungkinan didukung oleh OpenAI.

Seorang pejabat Microsoft juga mengatakan GPT-4 membantu untuk memperkuat mesin pencari Bing. Teknologi terbaru OpenAI atau dikenal GPT-3.5 dalam beberapa kasus mengalami peningkatan besar dibandingkan versi sebelumnya.

Dalam sebuah simulasi ujian yang diwajibkan bagi para lulusan sekolah hukum di Amerika Serikat (AS) sebelum praktik profesional, model baru ini mendapat nilai sekitar 10% teratas dari peserta ujian. Model itu dibandingkan versi sebelumnya hanya mendapat nilai sekitar 10% terbawah.

BACA JUGA: Kata.ai: Jumlah Percakapan 1,6 Miliar, Investasi Chatbot Dinilai Positif

“Meskipun kedua versi tersebut dapat terlihat serupa dalam percakapan biasa, perbedaanya muncul saat kompleksitas tugas mencapai ambang batas yang cukup. GPT-4 lebih dapat diandalkan, kreatif, dan mampu menangani instruksi yang lebih bernuansa,” kata OpenAI.

Greg Brockman, presiden OpenAI yang menggunakan teknologi itu dalam sebuah demonstrasi online menunjukkan ChatGPT dapat mengambil foto mock-up yang digambar dengan tangan untuk sebuah situs web sederhana. GPT-4 juga dapat membantu seseorang menghitung pajak mereka.

Sam Altman, CEO OpenAI dalam kicauannya di Twitter menyatakan GPT-4 sebagai model paling berkemampuan dan selaras dengan nilai-nilai dan maksud manusia, meskipun masih memiliki kekurangan. GPT-4 memiliki persentase 82% lebih kecil kemungkinan untuk merespons permintaan konten yang dilarang daripada model sebelumnya dan mendapat nilai 40% lebih tinggi pada tes faktualitas tertentu.

Respons yang tidak akurat yang dikenal sebagai “halusinasi” telah menjadi tantangan bagi banyak program AI. Meski begitu, Rishi Jaluria, analis di RBC Capital Markets menilai Microsoft memperoleh keuntungan dari adopsi GPT-4.

Produsen software ini tidak hanya mengintegrasikan teknologi terbaru OpenAi ke dalam produknya. Cloud Azure milik Microsoft diketahui memperkuat pengembangan OpenAI di tengah tantangan ekonomi yang tidak menentu.

“Kapan pun perusahaan menggunakan teknologi ini. Beban itu akan melalui Microsoft Azure, dan menurut saya ini adalah waktu yang sangat menentukan,” ujarnya.

Related

award
SPSAwArDS