Orang Indonesia Cenderung Berhati-Hati Cari Teman di Dunia Maya

marketeers article

Masyarakat Indonesia masih memperhatikan norma dan cenderung hati-hati ketika mencari teman-teman baru lewat media sosial. Kecenderungan ini tercermin pada temuan survei Paktor, aplikasi meet & connect terkemuka di Asia Tenggara.  Dalam risetnya di Indonesia, Paktor melakukan riset terhadap terhadap lebih dari 400 responden, terbanyak dari Jakarta, Jawa, dan Bali. 

Salah satu indikator dari temuan tersebut adalah sebagian besar responden tidak mau buru-buru bertemu. Perlu waktu lebih dari 30 hari sejak obrolan online pertama hingga pertemuan tatap muka pertama kali. “Kami paham masyarakat Indonesia memiliki cara yang berbeda ketika mencari teman baru. Oleh karena itu, kami mengembangkan aplikasi bertemu dan berkenalan teman baru yang mempertimbangkan karakteristik ini lewat fitur ekstra keamanan dan perlindungan pribadi,” kata Joseph Phua, founder dan CEO Paktor Pte Ltd.
 
Sebagai aplikasi meet & connect, Paktor memiliki regulasi terkait privasi dan keamanan sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat hati-hati dalam hal seperti ini. Salah satu yang dilakukan oleh Paktor terkait masalah keamanan adalah mendesain mekanisme registrasi dengan harus menggunakan akun Facebook dan harus memiliki lebih dari 50 teman Facebook agar dapat terdaftar sebagai pengguna Paktor.
 
 
Salah satu temuan survei Paktor membuktikan pula betapa pentingnya fitur keamanan dari sebuah aplikasi sosial. Apalagi, hampir 30% responden mengaku memiliki akun palsu. Sikap hati-hati dan norma masih mempengaruhi pertimbangan keamanan pengguna aplikasi juga tergambar dari temuan survei lain yang mana tempat favorit untuk pertemuan tatap muka pertama kali adalah di tempat-tempat umum. Sebanyak 56,61% responden memilih kafé, 47,93% memilih pusat perbelanjaan, dan 33,06% memilih restoran. Rata-rata kurang dari 10% yang bersedia bertemu di tempat pribadi seperti rumah, apartemen, maupun hotel.
 
Hasil survei juga menunjukkan, 8 dari 10 responden pernah berkenalan lewat media online dan 56% akhirnya bertemu langsung dengan kenalannya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat Indonesia yang senang berkenalan dengan teman baru.

Related

award
SPSAwArDS