Industry

Pandemi Dorong Pelaku UKM Lakukan Transformasi Digital

PHOTO CREDIT: 123RF

Selama masa pandemi, pemanfaatan digital menjadi salah satu langkah percepatan ekonomi yang dapat membawa angin segar bagi para pelaku UKM di Indonesia. Peningkatan tren ini juga ditunjukkan dari hasil riset yang dilakukan oleh Sea Insights, unit kerja SEA yang berfokus pada penelitian dan kebijakan publik serta perkembangan ekonomi digital di Asia Tenggara dan Taiwan.

Riset yang bertajuk Data Digitalisasi Selamatkan UMKM Indonesia mengatakan, 70% pelaku usaha mengakui bahwa mereka akan terus memanfaatkan media digital melalui e-commerce dan media sosial baik untuk berjualan maupun berbelanja. Karena itu, transformasi digital menjadi suatu kebutuhan untuk mengembangkan usaha.

Survei yang dilakukan kepada 20 ribu responden dari usia 16-35 tahun ini mengatakan terdapat tiga tantangan UKM selama masa pandemi meliputi pasokan, cash flow, dan permintaan.

Para pelaku usaha yang bekerja dari rumah memiliki hambatan utama yakni biaya internet yang mahal dan tidak stabil. Faktor lainnya adalah tetap dirasa pelu adanya interaksi fisik dengan konsumen.

Dalam kaitannya dengan cash flow, pendanaan modal eksternal seperti bantuan pemerintah dan pinjaman online menjadi lebih penting bagi para pelaku usaha untuk menghadapi tantangan cash flow.

“Kami berharap melalui riset ini dapat membantu memberi gambaran jelas dan mempercepat langkah transformasi digital yang signifikan dan berkelanjutan bagi UKM di Indonesia,” kata Pandu P Sjahris, Presiden Komisaris Sea Group.

Dalam riset tersebut juga memperlihatkan bahwa para pelaku usaha akan beradaptasi untuk menata kembali usaha mereka pada masa new normal. Caranya dengan mengubah strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan.

Sebanyak 45% pelaku usaha muda berjualan lebih aktif di platform e-commerce, satu dari lima adalah pengguna baru e-commerce. Pelaku usaha ini meliputi industri rumahan, student entrepreneur yang membantu ekonomi keluarga, serta berasal dari sektor retail, pertanian, maupun kesehatan.

Beberapa pelaku usaha juga mengubah strategi produksi dan jenis barang untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis. Beberapa pelaku usaha mulai memproduksi barang yang populer seperti masker dan hand sanitizer. Penelian ini menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata UKM Indonesia yang mengadopsi e-commerce meningkat lebih dari 160% dan peningkatan produktivitas 110%.

Editor: Ramadhan Triwijanarko

MARKETEERS X








To Top