Panorama Grup Sediakan Layanan Transportasi untuk Tenaga Medis

marketeers article

Panorama Grup menyediakan 11 armada sebagai kendaraan antar-jemput tenaga medis selama masa pandemi. 11 armada ini akan mengantarkan tenaga medis dari Rumah Sakit rujukan COVID-19 ke hotel-hotel yang telah ditunjuk Pemerintah untuk melayani tenaga kesehatan.

Adapun 11 armada tersebut, terdiri dari empat big bus dan satu minivan dari Panorama Destination, serta lima big bus dan satu minivan dengan 14 kursi dari White Horse.

Tak hanya itu, sebelum beroperasi pun para pengemudi sudah dibekali pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pengemudi maupun asisten pengemudi agar merasa lebih aman dan siap dalam menjalankan tugas sesuai dengan standar yang berlaku termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) WHO dan Kementerian Kesehatan.

“Sebelum pandemi COVID-19 ini terjadi, kru kami sudah menerapkan SOP higienitas sejak Februari dalam melayani wisatawan mancanegara. Mulai dari menyediakan masker untuk orang yang sakit, menyemprot hand sanitizer, termasuk pengemudi dan asisten sudah menggunakan masker saat melayani wisman,” ujar Vice President Brand and Communication Panorama Group AB Sadewa di Tangerang, Jumat (03/04/2020).

Sebagai contoh, aturan duduk berjarak minimal satu meter di dalam bus, kru bus dibekali masker dan sarung tangan, alat pengukur suhu nonkontak, hand-sanitizer, sprayer, disinfektan, kain lap, gunting, dan kantong plastik sampah.

“Penyemprotan disinfektan secara rutin dilakukan di dalam bus baik sebelum dan setelah pengantaran maupun penjemputan tenaga kesehatan terutama pada bagian kendaraan yang sering disentuh. Pengemudi dan asisten pengemudi pun diinapkan di hotel yang sama dengan tenaga kesehatan selama bertugas,” kata Sadewa.

Salah satu pengemudi White Horse Supriadi mengaku bangga bisa bertugas mengantar tenaga kesehatan yang saat ini tengah berjuang menangani wabah COVID-19 di Tanah Air.

“Meskipun hanya bekerja mengantar jemput, dan tidak menangani pasien secara langsung, kami tetap bangga bisa berkontribusi bersama para pahlawan melawan COVID-19 ini untuk memerangi wabah di Indonesia,” tutur Supriadi.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, langkah ini merupakan misi kemanusiaan.

“Bukan lagi terkait untung atau rugi, namun semua dilakukan bersama untuk menangani wabah COVID-19. Meskipun, kami sadar industri pariwisata adalah salah industri yang terdampak,” kata Angela.

Related

award
SPSAwArDS