Pasokan Melimpah, Penjualan Ruang Kantor Bakal Sulit

profile photo reporter Marketeers Editor
MarketeersEditor
07 April 2016
marketeers article
Pelemahan ekonomi yang terjadi pada tahun lalu telah berimbas pada penyerapan ruang kantor di Jakarta. Dampaknya, tahun 2016 ini, Jakarta akan dikepung oleh gedung-gedung baru. Lantas, apakah permintaan ruang kantor meningkat seiring bertambahnya jumlah pasokan?
 
Dalam laporan Jakarta Office Market Q1 2016 yang dirilis Colliers International, pada tahun Monyet Api ini, Jakarta akan menambah 1 juta m2 ruang perkantoran baru, yang mana 63,6%-nya berada di area CBD Jakarta. 
 
“Ada kenaikan supply gedung kantor di Jakarta. Beberapa gedung yang diproyeksikan selesai tahun lalu, ditunda hingga tahun ini. Hal ini memberikan pengaruh pada harga sewa kantor ke depannya,” ujar Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Rabu, (6/4/2016).
 
Di kawasan CBD Jakarta seperti Sudirman, pasokan ruang kantor bertambah 700.000 m2 dari 2,4 juta m2 ruang kantor yang tersedia hingga saat ini. Tambahan pasokan lainnya berasal dari Gatot Subroto, Rasuna Said, Mega Kuningan, dan Thamrin.
 
Sedangkan di luar CBD, TB Simatupang menjadi kawasan dengan pertumbuhan jumlah ruang kantor terbesar. Saat ini ada sekitar 800.000 m2 lahan kantor di TB Simatupang, di mana angkanya diprediksi meningkat menjadi 1,1 juta m2 hingga tahun 2019. 
 
Ferry menilai, pasokan ruang kantor yang cukup banyak di saat ekonomi membaik, menciptakan tantangan tersendiri. Pasalnya, penyerapan ruang kantor di Jakarta tak bergerak signifikan sejak tahun lalu.
 
“Dari jumlah ruang kantor kosong yang tersedia, commitment fee-nya baru 30%. Semester pertama tahun ini juga demikian,” ungkapnya. Ferry melanjutkan, untuk kawasan luar CBD, penyerapan ruang kantor lebih tinggi, namun hanya mencapai 42%.
 
Apalagi, sambung Ferry, gedung-gedung baru yang akan selesai tahun ini memiliki luas total di atas 50.000 m2, bahkan hingga 100.000 m2. “Jika, commitment fee-nya 20% saja, itu baru menyerap 10.000 m2 hingga 20.000 m2,” pungkasnya.
 
Kondisi tak sedap itu membuat harga sewa gedung kantor mengalami penyesuaian, baik di CBD maupun luar CBD. Saat ini, harga sewa rata-rata kantor di CBD Rp 350.000 per m2/bulan, sedangkan di luar CBD Rp 250.000 per m2/bulan. 
 
Secara kelas, harga sewa ruang kantor premium di CBD rata-rata Rp 500.000 per m2/bulan. Sedangkan di luar CBD, harga tertingginya (grade A) di bawah Rp 300.000 per m2/bulan. Sedangkan service charge untuk gedung kantor baru di Jakarta berkisar Rp 90.000 per m2/bulan. 
 
Lantas, bagaimana dengan gedung perkantoran strata tittle? Ferry bilang, meskipun gedung kantor strata tittle terserap 68%, tapi ia memprediksi trennya cukup turun. “Ada 900.000 m2 ruang kantor strata titlle baru yang akan masuk dengan harga jual sekira Rp 52 juta/m2,” paparnya.
 
Ferry pun menyimpulkan bahwa tahun ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemilik gedung untuk memasarkan ruang kantor. “Saat kita kedatangan gedung baru, gedung lama pun masih kosong,” katanya. 
 
 
 
Editor: Eko Adiwaluyo

Related