Pemerintah Harus Campur Tangan Soal Teknologi

marketeers article

Teknologi boleh maju melampaui regulasi. Tapi, tetap peran pemerintah krusial dan tidak bisa dikesampingkan. Tinggal bagaimana sekarang pemerintah peduli terhadap pengembangan teknologi. Apalagi di masa kini teknologi sudah berlari jauh menuju pencapaian yang lebih advance.

Teknologi juga bisa menggambarkan betapa maju ekonomi sebuah negara. “Indonesia sekarang masuk G16. Lima tahun lagi jadi G10. Tahun 2030 kita akan segera masuk G8. Artinya, delapan besar dengan ekonomi terbesar di dunia, kan,” ujar VP Enterprise Planning Strategy Telkom Indonesia Wisnu Haryadi dalam acara MarkPlus Center for Technology and Creativity: Indonesia Digital Economy Outlook 2016 di Jakarta pada Selasa (26/1/2016).

Untuk maju menjadi negara dengan ekonomi terbesar dunia, sektor teknologi juga harus ikut menopang. Bagi Wisnu, soal ini Indonesia masih kalah dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Masalah birokrasi masih mengganjal. Hal itu membuat bisnis di sektor teknologi terasa tidak efisien. Infrastruktur juga belum terbangun dengan baik.

Padahal jika pemerintah mau mendorong kebijakannya untuk memajukan teknologi seperti telekomunikasi, Indonesia bisa terdorong secara ekonomi. Itu terlihat dari belanja di sektor telekomunikasi masih hanya sekitar 1,1% terhadap PDB. Padahal Tiongkok dan Rusia misalnya sudah menyentuh angka 2%. Malaysia bahkan sudah mencapai 3%.

“Kalau saja pemerintah mau turut campur tangan terhadap sektor teknologi telekomunikasi ini, ekonomi bisa naik. Itu dibuktikan di AS, di mana ketika pemerintah ikut campur soal teknologi, ekonomi bisa tumbuh enam sampai tujuh persen. Pemerintah kita juga harus seperti itu lewat berbagai kebijakannya. Apalagi dengan belanja sektor teknologi telekomunikasi masih rendah, akan sulit memberikan sumbangsih bagi ekonomi,” tutup Wisnu.

Editor: Sigit Kurniawan 

Related

award
SPSAwArDS