Consumer Goods

Pemilu Tahun Depan Bakal Dongkrak Konsumsi Makanan Minuman

Source: 123rf

Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu industri yang tahan krisis. Pasalnya, makanan minuman merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup. Hanya saja, pertumbuhannya secara industri bisa melaju cepat atau melambat. Sampai semester pertama tahun 2018, industri mamin bertumbuh 8%, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Ketua  Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman optimistis tahun depan industri mamin bisa tumbuh 8-9%.

Secara tak terduga, sepanjang tahun ini, muncul hambatan-hambatan yang membuat laju pertumbuhan industri mamin kurang cepat. Contohnya, perang dagang dan dinamika dolar. “Ini berpengaruh mengingat Indonesia melakukan impor bahan baku yang memakai dolar Amerika Serikat. Hal ini membuat profit margin dan bottom line industri mamin tergerus cukup banyak. Sementara, perang dagang memunculkan proteksi negara-negara tujuan ekspor,” ujar Adhi.

Tantangan besar di industri mamin Indonesia yang dirasakan oleh para pelaku industri adalah daya saing yang masih rendah. Kondisi ini membuat para pelaku bisnis mamin tidak lincah melakukan ekspansi ke mancanegara. Adhi melihat, lemahnya daya saing ini tidak lepas dari regulasi pemerintah, khususnya soal ketersediaan bahan baku dalam negeri dan kebijakan impor bahan baku.

Banyak pihak menilai impor bahan makanan sebagai cermin ketidakberdaulatan pangan Indonesia. Adhi menampik pandangan ini dengan menyatakan impor bahan baku bukanlah persoalan. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan impor bahan baku dalam rangka pemenuhan kebutuhan permintaan global yang mana belum tentu bahan bakunya ada di Indonesia. “Memahami industri mamin ini, sambung Adhi, harus menyeluruh alias dalam konteks global value chain. Tidak secara parsial saja,” tandasnya.

Terkait dengan adanya pemilu tahun depan, banyak perusahaan mamin yang tak khawatir. Asalkan tak ada hal ekstrem yang mengganggu, bisnis mamin akan tetap lancar. Sebaliknya, seperti diprediksi GAPMMI, momen pemilu biasanya justru mendongkrak konsumsi. Diprediksi, momen pemilu tahun depan akan menyumbang peningkatan pertumbuhan mamin 15-20% dari masa biasa. Bisa jadi angka ini makin naik karena masa pemilu langsung disambung dengan momen Lebaran yang selalu ditandai dengan peningkatan konsumsi.

“Yang penting, pada tahun depan, para pengusaha makanan minuman patuh pada regulasi pemerintah mengingat menguatnya penegakkan hukum di industri ini. Selalu berinovasi agar mampu meningkatkan daya saing dan merebut pasar. Tak lupa memanfaatkan insentif dari pemerintah, menyiapkan tenaga kerja, dan berkomitmen terus tumbuh,” pungkas Adhi sembari mengingatkan para pemain.

MARKETEERS X








To Top