Pendekatan Komunitisasi Smartfren di Tegal

marketeers article
53124159 icon symbol communication internet digital concept

PT Smartfren Telecom, Tbk, melihat komunitas saat ini menjadi salah satu cara perusahaan berkomunikasi dan mendekatkan diri dengan pelanggan. Smartfren pun melalui divisi Smartfren Community, menggelar kopi darat pertama kali untuk wilayah Tegal. Bertempat di Big Berry restaurant Tegal, Kopdar ini diisi dengan edukasi bagi para milenial Tegal, mengenai bagaimana menjadi Cerdas dan Kreatif di Era Digital.

“Kami ingin agar generasi milenial yang ada di Tegal dapat terinspirasi dan mampu memanfaatkan serta mengekspresikan apapun yang menjadi keinginannya. Komunikasi ini pun kami satukan dalam tagar KuotakanMaumu,” ujar Dani M. Akhyar, Head of Community Development Smartfren dalam siaran resminya.

#KuotakanMaumu sendiri adalah sebuah tagar yang berasal dari Katakan Maumu yang dimodifikasi sesuai kebutuhan generasi milenial saat ini yaitu kuota. Tagar ini diambil sebagai sebuah ajakan bagi generasi milenial, agar dapat memanfaatkan jaringan 4G LTE dan juga kuota besar yang disediakan Smartfren.

Di sini, Smartfren mengajak konsumennya untuk mengekspresikan diri, mulai dari eksis di sosial media, streaming melihat video tutorial mengembangkan diri sesuai minatnya masing masing, hingga bermain game.

“Tegal terkenal sebagai kota Bahari dengan potensi kemajuan yang luar biasa. Salah satunya pariwisata melalui adanya Tegal Pesisir Carnival yang diadakan setiap tahun sejak tahun 2012,” ujar Dani.

Dani pun mengajak masyarakat Tegal untuk mempromosikan daerah mereka. Salah satunya dengan mengunggah keseruan festival tersebut di media sosial.

Selain melakukan kegiatan pertemuan, Smartfren community juga secara rutin melakukan gerakan sosial ke kampus dan sekolah lewat Smartfren Goes to Campus (SGTC) dan Smartfren Goes to School (SGTS). Smartfren Community saat ini sudah hadir di 25 kota di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 50 ribu orang yang ada di berbagai channel komunikasi online juga offline.

 

Editor: Eko Adiwaluyo

Related

award
SPSAwArDS